Blitar, (KUBUS.ID) – Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mencatat sebanyak 2.624 orang dengan HIV (ODHIV) sejak 2009 hingga pertengahan 2026. Dari jumlah tersebut, 1.246 orang telah meninggal, 854 orang masih aktif menjalani pengobatan, 184 orang melanjutkan pengobatan di luar daerah, dan 340 orang putus kontak atau tidak lagi terpantau.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, M.Kes, mengatakan jumlah kasus HIV masih menunjukkan tren peningkatan. “Tahun 2023 kita menemukan 199 kasus baru. Tahun 2024 dan 2025 tetap meningkat, tetapi tidak setajam 2023,” kata dr. Christine kepada Radio Andika. Menurutnya, peningkatan kasus dipengaruhi masih berlangsungnya penularan serta semakin masifnya pemeriksaan HIV, termasuk pada ibu hamil dan pasien tuberkulosis (TBC).
Dr. Christine menegaskan ODHIV dapat hidup sehat seperti orang pada umumnya selama disiplin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV). “Kalau teratur minum obat, mereka bisa sangat sehat seperti orang biasa. Yang kami harapkan dari masyarakat adalah memberikan dukungan moral dan mental, bukan stigma negatif,” ujarnya. Ia menambahkan, upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup sehat, melakukan pemeriksaan dini bagi kelompok berisiko, serta memastikan ODHIV tetap menjalani pengobatan secara rutin agar kualitas hidup tetap terjaga dan risiko penularan dapat ditekan. (rif)































