Blitar (KUBUS.ID) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengonfirmasi temuan enam kasus penyakit Leptospirosis sepanjang periode Januari hingga April 2026. Dari jumlah tersebut, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia akibat keterlambatan pemeriksaan medis.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, M.Kes, mengungkapkan bahwa mayoritas penderita merupakan kelompok petani. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dari urine tikus ini sering kali mengecoh pasien karena gejala awalnya yang menyerupai Demam Berdarah Dengue (DBD).
“Gejala awalnya mirip DBD, seperti demam dan penurunan trombosit. Namun, gejala pembedanya akan muncul rasa tidak enak di perut dan warna kulit yang menguning,” ujar dr. Christine dalam wawancara bersama Radio ANDIKA.
Ia menambahkan, keterlambatan penanganan sering terjadi karena pasien menganggap keluhan tersebut sebagai sakit biasa. Berdasarkan pelacakan di lapangan, Dinkes menemukan korelasi kuat antara keberadaan tikus yang terinfeksi di sekitar area persawahan dan rumah penduduk yang berdekatan dengan sawah.
Menyikapi tren kenaikan kasus ini, Dinkes Kabupaten Blitar tengah melakukan koordinasi lintas sektoral, termasuk melaporkan situasi terkini kepada Bupati serta menggandeng Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) serta Dinas Peternakan.
“Kami sudah lapor Bupati dan berkoordinasi untuk sosialisasi kepada kelompok tani. Proses ini masih berjalan, termasuk rencana turun langsung ke lapangan,” tambahnya.
Sebagai langkah preventif, dr. Christine mengimbau para petani untuk selalu menggunakan alat pelindung diri, terutama alas kaki tertutup saat beraktivitas di sawah. Masyarakat juga diminta untuk tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan (faskes) jika sakit tidak kunjung sembuh dalam dua hari.
“Jika sakit dua hari tidak sembuh dengan obat mandiri, segera periksa ke faskes terdekat. Minimal sudah ada pengawasan medis, dan sangat penting bagi pasien untuk menyampaikan setiap tambahan gejala kepada dokter saat kontrol,” pungkasnya. (nhd)
































