Beranda Kediri Raya Masuk Musim Giling 2026, Pabrik Gula Ngadirejo Mantapkan Posisi Sebagai Salah Satu...

Masuk Musim Giling 2026, Pabrik Gula Ngadirejo Mantapkan Posisi Sebagai Salah Satu Pilar Utama Program Swasembada Gula Nasional

8

Kediri, (KUBUS.ID) – Pabrik Gula (PG) Ngadirejo memantapkan posisinya sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung program swasembada gula nasional. Memasuki musim giling tahun ini, pabrik gula di bawah naungan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) mengusung optimisme tinggi dengan menetapkan target produksi yang ambisius namun realistis. Fokus utama ditekankan pada optimalisasi seluruh lini produksi guna memastikan pasokan gula nasional tetap aman dan stabil melalui manajemen modern yang berorientasi pada hasil.

Langkah strategis menuju swasembada gula nasional mendapat momentum baru melalui kunjungan kerja Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di wilayah Kediri. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur secara simbolis melakukan pembongkaran ratoon serta penanaman tebu pertama di kawasan Ngletih, Kandat. Agenda kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung kesiapan operasional di Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Ngadiluwih. Kehadiran orang nomor satu di Jawa Timur ini menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap akselerasi industri gula berbasis tebu rakyat demi mewujudkan ketahanan gula yang mandiri.

Target kerja yang dibidik oleh manajemen PG Ngadirejo terbilang sangat signifikan untuk mendongkrak volume produksi pangan strategis. Sepanjang 200 hari masa giling yang dijadwalkan, pabrik ini ditargetkan mampu menyerap dan mengolah bahan baku tebu hingga mencapai 11 juta kuintal. Jumlah serapan yang masif dari perkebunan rakyat ini diproyeksikan akan menghasilkan output produksi gula kristal putih sebanyak 80.000 ton, sebuah angka yang menjadi bukti nyata kontribusi aktif pabrik dalam memperkecil celah defisit konsumsi gula di tingkat domestik.

Guna memenuhi target tersebut, PG Ngadirejo menerapkan strategi integrasi hulu-hilir yang ketat, dimulai dari pengelolaan lahan perkebunan di wilayah operasionalnya, termasuk kawasan Kandat dan sekitarnya. Melalui program pembongkaran ratoon (tanaman tebu keprasan lama) dan penanaman kembali tebu berkualitas, pihak pabrik berkomitmen meningkatkan produktivitas per hektar untuk memastikan kualitas rendemen yang tinggi. Dari sisi hilir, kesiapan infrastruktur dan mesin giling telah dipersiapkan matang melalui off-season maintenance guna menekan angka kerusakan mesin (breakdown) selama masa giling nonstop.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi yang cukup besar atas performa dan komitmen nyata yang ditunjukkan oleh jajaran manajemen pabrik.

“Kami menyampaikan apresiasi yang cukup besar atas kinerja PG Ngadirejo dalam upayanya mendukung program pemerintah untuk mewujudkan swasembada gula di Indonesia. Kedepannya semoga semakin berkualitas dan bisa menjadi pelopor pabrik gula terdepan yang bisa menyerap hasil panen dari petani dan memproduksi gula dengan jumlah besar,” ujar Khofifah.

Apresiasi senada juga ditegaskan oleh Mahmudi, S.P., M.Si., Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Ia menyampaikan pihak direksi melihat ada lompatan performa yang signifikan pada musim produksi kali ini berkat keharmonisan hubungan kerja antara pabrik dan mitra setianya di lapangan.

“Sejauh ini progres yang dilakukan PG Ngadirejo cukup progresif dan luar biasa dan meningkat dibandingkan tahun lalu. Animo petani yang luar biasa juga menjadi semangat PG Ngadirejo untuk terus berkontribusi memberikan support kepada pemerintah guna tercapainya swasembada gula di Indonesia,” ungkap Mahmudi.

Melalui komitmen pencapaian target 80.000 ton gula ini, PG Ngadirejo Ngadiluwih membuktikan diri bukan sekadar tempat memproduksi komoditas, melainkan simbol profesionalisme dan sinergi hulu-hilir yang luar biasa. Keberhasilan performa ini dipastikan membawa dampak domino yang positif bagi perekonomian daerah, khususnya para petani tebu di Kabupaten Kediri dan sekitarnya melalui serapan tebu yang lancar dengan harga kompetitif. Dedikasi dalam menjaga efisiensi pabrik yang dipadukan dengan komitmen menyejahterakan petani lokal membuktikan bahwa kemandirian pangan nasional kini sedang diwujudkan menjadi realitas manis di tanah air.(sof)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini