KEDIRI, (KUBUS.ID) – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri memperketat pengawasan kesiapan personel di lapangan. Langkah ini untuk memastikan pelayanan tetap optimal, humanis, dan profesional selama Operasi Ketupat.
Selasa (17/3), tim Propam turun langsung ke salah satu titik krusial di Jawa Timur, Pos Pelayanan Simpang Tiga Mengkreng. Fokus pengecekan meliputi kesiapan fisik anggota, kelengkapan pos, hingga sikap tampang personel yang bertugas mengawal arus mudik dan balik.
Pemeriksa Propam Polda tipe Madya, Kombes Pol Robert Antoni Sormin, menyebut kondisi pos pengamanan (pospam) dan pos pelayanan (posyan) di Jawa Timur secara umum sudah baik. Namun, ia mengingatkan kesiapan harus terus ditingkatkan seiring mendekatnya puncak arus mudik.
“Sejauh ini sudah bagus. Tapi karena kita mendekati puncak arus, kesiapan anggota harus lebih ditingkatkan,” ujarnya di sela pengecekan.
Robert menegaskan, keberhasilan pengamanan tidak hanya diukur dari kelancaran lalu lintas, tetapi juga kenyamanan pemudik saat berinteraksi dengan petugas. Karena itu, pendekatan humanis menjadi kunci.
Ada beberapa penekanan bagi personel di lapangan. Pertama, pelayanan humanis dengan mengedepankan senyum, sapa, dan salam. Kedua, sikap tampang dan kerapian seragam sebagai cerminan profesionalisme. Ketiga, menjaga kesehatan agar tetap prima selama bertugas.
“Semua anggota harus melayani dengan humanis. Cara berpakaian dan bersikap juga harus baik. Ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” tambahnya.
Simpang Tiga Mengkreng yang menjadi pertemuan arus dari Nganjuk, Kediri, dan Jombang diprediksi mengalami lonjakan kendaraan dalam beberapa hari ke depan. Dengan pengawasan Propam, diharapkan tidak ada pelanggaran prosedur, sehingga masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman.(atc/adr)






























