TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Tahun ini Pemkab Tulungagung resmi mengusulkan sebanyak 287 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ke pemerintah pusat. Pengusulan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pegawai, khususnya di sektor kesehatan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tulungagung, Soeroto mengonfirmasi bahwa pengusulan dilakukan di akhir Maret lalu.
“Untuk usulan CPNS kemarin Insya Allah kurang lebih ada 287, khusus CPNS saja,” ujarnya.
Sementara itu, untuk pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) memang belum dilakukan. Sebab, Pemkab Tulungagung masih belum mendapat regulasi maupun instryksi dari pemerintah pusat pemerintah pusat.
“Untuk PPPK belum ada aturan yang mengatur dari pusat, sehingga belum bisa untuk mengusulkan,” kata dia.
Mengenai komposisi formasi yang diajukan, tenaga kesehatan mendapatkan porsi paling besar dalam daftar usulan tersebut. Berbagai kualifikasi mulai dari dokter hingga perawat menjadi prioritas utama untuk segera dipenuhi tahun ini.
“Formasinya mayoritas di kesehatan. Ada dokter spesialis, ada dokter umum, dokter gigi, bidan, perawat,” terangnya.
Kebijakan mendahulukan sektor kesehatan ini didasari atas hasil evaluasi lapangan yang menunjukkan masih adanya kekurangan tenaga medis profesional di berbagai puskesmas dan rumah sakit daerah. Penambahan personel diharapkan mampu menunjang efektivitas layanan publik.
“Kemarin prioritasnya itu karena sebagai pelayanan dasar masyarakat, dan memang kekurangan tenaga dokter,” tegasnya.
Terkait jadwal pendaftaran dan seleksi, Soeroto menyebut bahwa seluruh usulan telah diinput melalui sistem e-formasi sejak akhir Maret lalu.
Saat ini, Pemkab Tulungagung masih menanti kebijakan lebih lanjut dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Ini masih usulan melalui e-formasi. Itu usulannya di akhir Maret 2026 kemarin kalau nggak salah tanggal 30,” jelasnya. (dit/stm)
































