Beranda Jawa Timur Stok Kambing di Pasar Hewan Muning Kediri Melimpah Menjelang Idul Adha 2026

Stok Kambing di Pasar Hewan Muning Kediri Melimpah Menjelang Idul Adha 2026

4

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Kondisi Pasar Hewan Muning, Kota Kediri, mulai menunjukkan geliat signifikan menjelang perayaan Idul Adha 1447 H/2026 M. Berdasarkan pantauan jurnalis Andika di lapangan pada awal Mei ini, ketersediaan hewan kurban, khususnya kambing, terpantau dalam kondisi aman bahkan mengalami peningkatan pasokan yang cukup tajam dibandingkan hari-hari biasanya.

Koordinator Pasar Hewan Muning, Slamet Hariono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut lonjakan debit hewan ternak yang masuk. Langkah antisipasi telah disiapkan agar area pasar tetap kondusif meski volume ternak bertambah. “Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kambing, petugas pasar menambah spot penjualan di dalam pasar,” ujar Slamet.

Menurut Slamet, tren peningkatan ini sudah mulai terlihat sejak memasuki awal bulan Mei. Persentase kenaikan jumlah hewan yang masuk ke pasar tercatat berada di angka 20 hingga 30 persen. Angka ini diprediksi akan terus merangkak naik seiring semakin dekatnya hari raya kurban.
Secara rinci, Slamet menjelaskan perbedaan volume ternak yang masuk antara hari normal dan masa menjelang Idul Adha.

“Di hari-hari biasa sekitar 100 sampai 150 ekor kambing, namun mendekati Idul Adha ini mulai dari 200 sampai 250 ekor dan bahkan bisa lebih dari itu,” tambahnya.

Meski stok melimpah, mayoritas penjual yang menjajakan dagangannya saat ini masih didominasi oleh pedagang lokal Kediri. Namun, hal berbeda terlihat dari sisi konsumen, di mana pembeli mulai berdatangan dari berbagai kabupaten tetangga. Pembeli tercatat ada yang berasal dari Jombang, Lamongan, hingga luar pulau seperti Madura.

Mengenai harga, saat ini banderol kambing di Pasar Muning terpantau masih relatif stabil di kisaran Rp1.500.000 hingga Rp3.500.000 per ekor. Namun, harga tersebut dipastikan akan mengalami penyesuaian saat mendekati hari H.

“Nanti mendekati hari H Idul Adha, harga terendah mulai Rp3.000.000 sampai Rp5.000.000, tergantung jenis, tinggi, dan panjang hewan,” jelas Slamet.

Optimisme juga dirasakan oleh para pedagang, salah satunya Budi Basir, penjual kambing asal Banyakan. Ia menepis isu yang beredar mengenai jatuhnya harga ternak di pasaran.

“Harganya bagus, kalau ada isu harganya murah itu tidak benar. Di hari biasa penjualan sekitar 5 sampai 7 ekor, untuk momen Idul Adha seperti ini bisa sampai 10 hingga 15 ekor,” ungkap Budi.

Budi berharap tren positif ini dapat terus bertahan hingga puncak Idul Adha nanti agar perputaran ekonomi peternak tetap terjaga. Baginya, stabilitas harga sangat krusial bagi keberlangsungan usahanya.

“Semoga harganya konsisten terus, supaya modal dan keuntungan bisa seimbang,” harapnya.

Di sisi lain, para pembeli memilih untuk berburu hewan kurban lebih awal guna menghindari lonjakan harga yang terlalu tinggi di pekan-pekan terakhir. Strategi ini diambil untuk mendapatkan kualitas hewan terbaik dengan harga yang masih masuk akal. Hal ini dilakukan demi memastikan ibadah kurban dapat terlaksana dengan perencanaan keuangan yang matang.

Sukron, seorang pembeli asal Mojo, mengaku bersyukur karena masih bisa mendapatkan kambing dengan harga yang wajar pada awal Mei ini.

“Alhamdulillah harganya masih terjangkau, sengaja beli lebih cepat supaya harganya tidak terlampau tinggi. Alhamdulillah bisa qurban lagi di tahun ini,” pungkasnya.(sof)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini