TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan di wilayah Kabupaten Tulungagung jadi sorotan dalam rencana pembangunan daerah ke depan. Menanggapi masifnya keluhan masyarakat terkait akses transportasi, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mulai memetakan prioritas anggaran 2027 mendatang.
Bupati mengungkapkan bahwa berdasarkan data saat ini, persentase kerusakan jalan di seluruh wilayah Tulungagung tergolong cukup tinggi dan memerlukan penanganan segera agar tidak menghambat roda ekonomi masyarakat.
“Dan perlu saya sampaikan, kami tegaskan saya mohon dengan hormat kepada Bappeda untuk tahun 2027 karena kondisi jalan infrastruktur seluruh Tulungagung kondisinya masih banyak yang rusak, kurang lebih hampir 50 sampai 60 persen. Untuk tahun 2027 kami mayoritas fokus anggaran kita fokuskan untuk infrastruktur jalan,” jelasnya.
Untuk tahun berjalan 2026 ini, Pemkab Tulungagung sebenarnya telah mengalokasikan anggaran yang cukup signifikan guna perbaikan sarana jalan. Dana tersebut dihimpun dari berbagai sumber pendanaan mulai dari tingkat pusat hingga daerah guna meng-cover titik-titik kerusakan yang bersifat mendesak.
“Dan untuk tahun 2026 ini kita laksanakan anggaran kurang lebih hampir Rp 320 miliar yang bersumber dari APBN, APBD provinsi, juga APBD Kabupaten Tulungagung,” bebernya.
Mengenai progres pengerjaan di lapangan, Gatut Sunu menjelaskan bahwa pengerjaan infrastruktur dilakukan secara bertahap. Hingga menjelang momentum Idul Fitri tahun ini, sebagian kecil anggaran telah terserap untuk pengerjaan fisik di beberapa titik strategis, sementara sisanya akan dilanjutkan pada semester kedua.
“Yang kita kerjakan sebelum hari raya ini tidak kurang dari Rp 40 sampai Rp 50 miliar. Masih jauh ya. Nanti sisanya setelah hari raya,” paparnya.
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Tulungagung ini juga berharap agar sinergitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat tetap terjaga dengan baik. Menurutnya, kepastian alokasi dana transfer dari pusat menjadi kunci utama agar rencana ambisius perbaikan jalan secara menyeluruh ini dapat terealisasi tanpa kendala finansial yang berarti.
“Dan harapan kami semoga mohon doa restunya, 2027 nanti kami tetap dipercaya oleh pemerintah dan Pak Prabowo sehingga alokasi di sana transfer dari pusat ke daerah itu tetap dipertahankan, tidak dikurangi lagi,” terangnya.
Jika skema penganggaran berjalan sesuai rencana dan dukungan dana pusat tetap stabil, persoalan jalan rusak yang merata di berbagai kecamatan tersebut dapat tuntas dalam kurun waktu dua tahun ke depan.
“Tergantung nanti anggaran kita dari dana transfer itu kita masih dipercaya apa tidak. Kalau masih dipercaya, ya seperti yang tahun ini Insya Allah dua tahun selesai, 2027 selesai,” akunya. (dit/adr)

































