Beranda Kediri Raya Kasus ISPA di Kabupaten Kediri Sempat Tembus 11 Ribu, Dinkes Minta Warga...

Kasus ISPA di Kabupaten Kediri Sempat Tembus 11 Ribu, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada

1068
source: geminiAI

KUBUS.ID – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kediri sempat meningkat selama Maret hingga Mei 2026 sebelum akhirnya menunjukkan tren penurunan pada Juni. Perubahan cuaca dan kondisi iklim menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya kasus tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono Putro, mengatakan sebagian besar penderita ISPA merupakan balita karena daya tahan tubuh mereka masih rendah. Menurutnya, kasus yang ditemukan didominasi infeksi virus dengan gejala batuk dan pilek, serta umumnya dapat sembuh dalam waktu 5 hingga 10 hari.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mencatat, kasus ISPA pada Januari mencapai 5.894 kasus, turun menjadi 3.590 kasus pada Februari. Memasuki Maret jumlahnya meningkat menjadi sekitar 9.300 kasus, lalu mencapai sekitar 11 ribu kasus pada April dan Mei. Pada Juni, kasus kembali menurun menjadi sekitar 9.500.

“Peningkatan kasus ini dipengaruhi perubahan cuaca dan iklim yang dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga risiko terinfeksi virus influenza menjadi lebih tinggi,” ujar dr. Bambang.

Meski memasuki musim kemarau, masyarakat tetap diminta waspada. Cuaca panas pada siang hari, kondisi berdebu, serta udara dingin pada malam hari dinilai masih dapat memengaruhi daya tahan tubuh sehingga risiko ISPA tetap ada. Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh dengan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta vitamin bila diperlukan.

Selain itu, dr. Bambang mengingatkan pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti memakai masker saat sedang sakit, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak ketika berada di keramaian.

“Masyarakat sudah memiliki pengalaman saat pandemi Covid-19, sehingga diharapkan kebiasaan hidup bersih dan penggunaan masker saat sakit tetap diterapkan untuk mencegah penularan ISPA,” pungkasnya.

Menurut dr. Bambang, sejauh ini mayoritas kasus ISPA yang ditangani di fasilitas kesehatan masih tergolong ringan dan dapat ditangani di tingkat puskesmas tanpa menimbulkan kondisi yang berat. (stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini