Beranda Jawa Timur Disdik Kabupaten Kediri Pastikan MPLS Berjalan Sesuai Pedoman

Disdik Kabupaten Kediri Pastikan MPLS Berjalan Sesuai Pedoman

0

Kediri (KUBUS.ID) – Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri berkomitmen memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru berlangsung sesuai dengan pedoman dan petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan pemerintah. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan ramah anak sejak hari pertama peserta didik memasuki sekolah.

Seluruh sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri diinstruksikan agar menyelenggarakan MPLS dengan mengedepankan kegiatan edukatif, membangun karakter, serta menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghormati. Dengan demikian, peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara positif tanpa adanya praktik perundungan maupun tindakan yang tidak mendidik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mochamad Muhsin, menegaskan bahwa seluruh sekolah wajib melaksanakan MPLS sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami meminta seluruh sekolah melaksanakan MPLS sesuai pedoman dan petunjuk teknis yang telah dikeluarkan pemerintah. MPLS harus menjadi sarana pengenalan lingkungan sekolah yang menyenangkan, aman, dan mampu membangun karakter peserta didik baru,” ujar Muhsin.

Sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya bullying selama pelaksanaan MPLS, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri mengarahkan sekolah agar menghadirkan berbagai aktivitas yang mampu menumbuhkan empati dan memperkuat budaya saling menghargai.

Beberapa kegiatan yang dianjurkan antara lain lokakarya atau seminar anti-perundungan yang memberikan edukasi mengenai dampak negatif bullying bagi peserta didik. Selain itu, sekolah juga didorong menyelenggarakan kegiatan kolaboratif melalui permainan kelompok yang mengajarkan kerja sama, komunikasi, dan penghargaan terhadap perbedaan.

Tidak hanya itu, sekolah juga diimbau menggelar kampanye positif bertema sekolah ramah anak dengan melibatkan peserta didik baru secara aktif. Melalui kegiatan tersebut diharapkan tumbuh kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

“Pencegahan bullying tidak cukup hanya melalui aturan, tetapi juga harus dibangun melalui aktivitas yang menumbuhkan empati, kepedulian, dan rasa saling menghormati antar siswa. Karena itu kami mengarahkan sekolah menghadirkan kegiatan-kegiatan yang positif selama MPLS berlangsung,” tambah Muhsin.

Untuk memastikan seluruh rangkaian MPLS berjalan sesuai panduan resmi, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri juga akan melakukan monitoring ke sekolah-sekolah. Pengawasan tersebut bertujuan memastikan setiap satuan pendidikan menjalankan MPLS sesuai pedoman, sekaligus memberikan pembinaan apabila ditemukan hal-hal yang perlu diperbaiki.

Melalui pengawasan yang berkelanjutan, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri berharap pelaksanaan MPLS tidak hanya menjadi agenda pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum awal dalam membentuk budaya sekolah yang berkarakter, ramah anak, dan bebas dari perundungan. (atc/nhd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini