KEDIRI, (KUBUS.ID) – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan siap bersaing di pasar kerja internasional terus diperkuat. Hal itu ditunjukkan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dengan meninjau langsung pelaksanaan Program International Manpower (IM) Jepang di Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian Bupati yang akrab disapa Mas Dhito terhadap proses peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal. Melalui Program IM Jepang, para peserta dibekali keterampilan sesuai kebutuhan industri di Jepang sehingga memiliki peluang lebih besar untuk bekerja di luar negeri dengan kompetensi yang terstandarisasi.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mengikuti berbagai kelas keterampilan, mulai dari barista, barber, administrasi perkantoran, otomasi, hingga teknik mesin. Durasi pelatihan disesuaikan dengan bidang yang dipilih, yakni antara 15 hingga 30 hari, agar peserta memperoleh kemampuan teknis sekaligus kesiapan memasuki dunia kerja.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan, keberhasilan sebuah program pelatihan tidak hanya dilihat dari proses belajar selama di balai latihan, tetapi juga dari dampaknya setelah peserta menyelesaikan pelatihan.
“Yang paling penting bukan hanya saat pelatihannya, tetapi setelah pelatihan. Apakah mereka melanjutkan kariernya, memanfaatkan ilmu yang diperoleh, dan terserap di dunia kerja. Di situlah kata kuncinya,” ujar Mas Dhito.
Selain mendapatkan materi pelatihan, seluruh peserta juga diwajibkan mengikuti uji kompetensi sebagai syarat memperoleh sertifikat keahlian. Sertifikasi tersebut berlaku selama tiga tahun dan akan menjadi bekal penting bagi peserta saat memasuki dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Mas Dhito menjelaskan, pemerintah Kabupaten Kediri juga akan melakukan evaluasi secara berkala setelah masa berlaku sertifikat berakhir. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kompetensi tenaga kerja tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Pelaksanaan pelatihan yang saat ini masih memasuki hari kelima, menurut Mas Dhito, belum dapat dievaluasi secara menyeluruh. Sebab, sebagian besar program pelatihan memiliki durasi minimal 15 hari sehingga peserta masih berada pada tahap pembentukan kemampuan dasar.
Melalui peninjauan tersebut, Bupati Kediri berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan secara maksimal sehingga mampu meningkatkan kualitas diri dan membuka peluang kerja yang lebih luas, termasuk di pasar kerja Jepang.
Dengan penguatan Program IM Jepang, Pemerintah Kabupaten Kediri optimistis mampu melahirkan tenaga kerja yang kompeten, bersertifikat, dan memiliki daya saing internasional. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Kediri dalam meningkatkan kualitas SDM, menekan angka pengangguran, serta memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja yang lebih baik di tingkat global.(atc)
































