KEDIRI, (KUBUS.ID) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak atlet berprestasi melalui sistem pembinaan yang berkelanjutan. Keberhasilan atlet panjat tebing asal Kota Kediri, Putra Tri Ramadani, meraih medali emas pada World Climbing Series Praha 2026 dan medali perunggu di World Climbing Series Chamonix 2026 menjadi bukti nyata keberhasilan pola pembinaan yang dijalankan KONI Kota Kediri.
Sepulang dari rangkaian kejuaraan dunia tersebut, atlet yang akrab disapa Srondeng itu difasilitasi KONI Kota Kediri untuk bertemu dengan Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, di Balai Kota Kediri. Pertemuan itu menjadi wujud apresiasi atas capaian Putra yang sukses mengharumkan nama Indonesia sekaligus Kota Kediri di pentas internasional.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Kediri bersama KONI Kota Kediri menyerahkan bonus prestasi senilai Rp10 juta sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan perjuangan Putra di ajang dunia.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan apresiasinya atas pencapaian atlet kebanggaan Kota Kediri tersebut. Menurutnya, keberhasilan Putra diharapkan mampu menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi di bidang olahraga.
“Prestasi Putra sangat membanggakan. Semoga semakin banyak atlet Kota Kediri yang mampu membawa nama daerah dan Indonesia meraih prestasi di tingkat internasional,” ujar Vinanda.
Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, menegaskan bahwa keberhasilan Putra tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang konsisten sejak usia dini. Menurutnya, Putra merupakan salah satu atlet hasil pembinaan Program Pemusatan Latihan Kota (Puslatkot) yang selama ini menjadi andalan KONI Kota Kediri dalam mencetak atlet potensial.
“Puslatkot merupakan program pembinaan atlet sejak usia dini. Program ini telah terbukti mampu melahirkan atlet yang berprestasi mulai dari Porprov, PON hingga mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional,” ungkap Koko.
Ia berharap prestasi Putra dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Kota Kediri agar terus berlatih, disiplin, dan memiliki keyakinan untuk meraih prestasi setinggi mungkin.
Sementara itu, Putra Tri Ramadani mengaku bersyukur atas hasil yang diraihnya. Namun, ia menegaskan belum ingin berpuas diri karena masih memiliki target besar di level internasional.
“Target terdekat saya adalah meraih medali emas Asian Games akhir September nanti di Jepang. Setelah dari Kediri saya akan kembali menjalani Pelatnas di Bekasi sebagai persiapan. Target jangka panjang saya tentu bisa tampil di Olimpiade Los Angeles 2028,” tutur Putra.
Di sela kepulangannya, Putra juga menyempatkan diri bertemu atlet-atlet muda panjat tebing Kota Kediri untuk berbagi pengalaman sekaligus memberikan motivasi. Ia berharap fasilitas latihan panjat tebing di Kota Kediri terus ditingkatkan, terutama dari sisi keamanan, agar proses pembinaan berjalan lebih optimal.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris Umum KONI Kota Kediri, Sri Wibowo, memastikan peningkatan sarana latihan panjat tebing telah menjadi salah satu program prioritas KONI pada tahun ini.
“Kami telah memesan papan fiber untuk mengganti 11 panel papan lead yang sebelumnya masih berbahan kayu. Pembaruan ini dilakukan agar fasilitas latihan lebih aman dan sesuai dengan standar pembinaan atlet,” jelas Sri Wibowo.
Melalui peningkatan kualitas pembinaan yang didukung sarana dan prasarana yang memadai, KONI Kota Kediri optimistis akan terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat posisi Kota Kediri sebagai salah satu daerah penghasil atlet berprestasi di Jawa Timur.(atc)
































