Beranda Kediri Raya Sosiolog: Komunikasi Keluarga Jadi Benteng Cegah Kekerasan

Sosiolog: Komunikasi Keluarga Jadi Benteng Cegah Kekerasan

1141

KEDIRI, KUBUS.ID – Kasus seorang anak yang diduga menghilangkan nyawa ayah angkatnya di Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, menjadi perhatian publik. Menanggapi peristiwa tersebut, sosiolog Dr. Taufiq Alamin, M.Si., menilai komunikasi yang sehat di dalam keluarga serta kepedulian lingkungan sekitar merupakan dua faktor penting untuk mencegah terjadinya kekerasan.

Saat on air di Radio ANDIKA, Dr. Taufiq menjelaskan keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter, cara berpikir, dan cara seseorang berinteraksi dengan orang lain. Menurutnya, hubungan yang dibangun melalui komunikasi terbuka akan membuat setiap anggota keluarga merasa dihargai dan memiliki ruang untuk menyampaikan perasaan maupun persoalan yang dihadapi.

Ia mengatakan, ketika komunikasi tidak berjalan dengan baik, muncul perasaan tidak diakui, diperlakukan berbeda, atau tidak mendapatkan perhatian yang cukup, kondisi tersebut dapat memicu akumulasi emosi. Dalam situasi tertentu, emosi yang tidak tersalurkan berpotensi berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Terlebih jika seseorang juga mendapat pengaruh negatif dari lingkungan pergaulan maupun media sosial.

Selain faktor keluarga, Dr. Taufiq juga menyoroti pentingnya kepedulian masyarakat terhadap kondisi di lingkungan sekitar. Menurutnya, masih banyak warga yang memilih tidak ikut campur ketika mengetahui adanya persoalan dalam rumah tangga karena menganggap hal itu sebagai urusan pribadi. Padahal, jika sudah terdapat dugaan kekerasan atau tindakan yang mengancam keselamatan seseorang, masyarakat memiliki peran untuk melapor kepada pihak berwenang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Ketika sebuah persoalan sudah mengarah pada tindak kekerasan atau mengancam nyawa, itu bukan lagi semata-mata urusan internal keluarga. Kepedulian lingkungan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan,” ujar Dr. Taufiq.

Ia berharap peristiwa di Ngronggot dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya membangun komunikasi yang sehat di dalam keluarga. Menurutnya, keluarga yang saling mendengar, saling menghargai, serta didukung lingkungan yang peduli akan menjadi benteng utama untuk mencegah munculnya konflik maupun tindakan kekerasan di kemudian hari. (ikj)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini