Beranda Kediri Raya Sejumlah Sekolah SD di Trenggalek Kekurangan Murid Baru, Dinas Pendidikan Siapkan Evaluasi

Sejumlah Sekolah SD di Trenggalek Kekurangan Murid Baru, Dinas Pendidikan Siapkan Evaluasi

5
Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Trenggalek, Tanto Riyadi. (Foto. Redaksi)

TRENGGALEK, (KUBUS.ID) – SD Negeri 3 Karangturi, Kecamatan Munjungan, menjadi satu-satunya sekolah dasar negeri di Kabupaten Trenggalek yang tidak memperoleh satu pun peserta didik baru pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan karena dinilai dapat mengancam keberlangsungan operasional sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Trenggalek, Tanto Riyadi, mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan peserta didik. Selain SDN 3 Karangturi, pihaknya mencatat sekitar 21 SD negeri hanya memperoleh empat murid baru, 18 sekolah menerima tiga murid, sementara lima hingga enam sekolah lainnya hanya mendapatkan dua peserta didik.

“Kami akan mengevaluasi sekolah-sekolah yang kekurangan siswa agar mereka mampu kembali membangun kepercayaan masyarakat,” ujar Tanto.

Menurutnya, minimnya jumlah peserta didik baru berpotensi memengaruhi keberlangsungan operasional sekolah sekaligus kualitas layanan pendidikan. Karena itu, hasil SPMB tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk menyusun strategi pemerataan peserta didik pada tahun ajaran berikutnya.

Sementara itu, pelaksanaan SPMB jenjang SMP di Trenggalek berlangsung relatif lebih stabil. Hampir seluruh SMP negeri berhasil memenuhi kebutuhan peserta didik baru. Meski demikian, Dinas Pendidikan masih menemukan beberapa sekolah dengan jumlah pendaftar yang rendah.

Di wilayah perkotaan, SMP Negeri 6 Trenggalek menjadi sekolah dengan jumlah siswa baru paling sedikit. Sedangkan di kawasan pesisir selatan, kondisi serupa dialami SMP Negeri 3 Munjungan. Selain itu, sejumlah SMP Satu Atap di Kecamatan Kampak, Dongko, dan Panggul juga hanya menerima kurang dari 15 peserta didik baru.

Dinas Pendidikan Trenggalek memastikan seluruh temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar distribusi peserta didik pada pelaksanaan SPMB tahun depan dapat berlangsung lebih merata sekaligus menjaga keberlangsungan layanan pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek. (far)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini