Beranda Nasional BGN Minta Maaf Buntut Puluhan Siswa Diduga Keracunan Spageti MBG

BGN Minta Maaf Buntut Puluhan Siswa Diduga Keracunan Spageti MBG

294
Lebih dari 55 siswa dari empat sekolah diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. (Foto. Redaksi)
Lebih dari 55 siswa dari empat sekolah diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. (Foto. Redaksi)

JAKARTA, (KUBUS.ID) – Lebih dari 55 siswa dari empat sekolah diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim). Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ujar Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang.

Nanik mengatakan BGN memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban. Dia menuturkan BGN juga telah mengambil langkah tegas sebagai bentuk tanggung jawab dan pengamanan dengan menghentikan operasional SPPG Pondok Kelapa tersebut.

“Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar,” ujarnya.

Sebagai informasi, peristiwa ini terjadi pada Jumat (3/4), setelah pada Kamis (2/4) sore, pihak SPPG menerima laporan dari guru terkait sejumlah siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual setelah mengonsumsi makanan. Menu yang disajikan saat itu meliputi spageti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.

Adapun dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar. Nanik menilai jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan.

“BGN memastikan akan memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang dan menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG,” ujarnya. (ANTARA/far)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini