Beranda Nasional Dirut Agrinas Kaget Harga Pikap RI Tembus Rp 528 Juta: Petani Tak...

Dirut Agrinas Kaget Harga Pikap RI Tembus Rp 528 Juta: Petani Tak Mampu Beli jadi Pilih Impor dari India

122
Mobil Pickup impor India buat Koperasi Desa Merah Putih. (Foto. PT Agrinas Pangan Nusantara)

JAKARTA, (KUBUS.ID) – PT Agrinas Pangan Nusantara menyatakan adanya kebutuhan mendesak petani dan koperasi desa terhadap kendaraan pikap berpenggerak roda 4×4 untuk menjangkau wilayah terpencil dengan kondisi jalan yang sulit.

Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menilai harga kendaraan pikap double cabin di pasar domestik saat ini terlalu mahal dan tidak rasional bagi petani.

“Saya kemarin melihat itu saya kaget juga gitu. Ternyata harga 4×4 itu kalau di katalog itu sampai Rp 528 (juta) gitu. Itu hampir tidak mungkin petani mampu beli,” ujar Joao.

Menurut dia, kendaraan 4×4 dibutuhkan untuk mendukung distribusi hasil pertanian, pupuk, hingga logistik di daerah dengan medan berat. Karena itu, Agrinas tengah mencari opsi pengadaan kendaraan dengan harga yang lebih kompetitif.

Dalam kesempatan yang sama, Joao juga menyinggung dominasi merek-merek lama dalam industri pikap 4×4 di Indonesia yang dinilai telah menguasai pasar selama puluhan tahun.

Ia menyebut sebagian besar kendaraan 4×4 yang beredar di dalam negeri masih berstatus completely built up (CBU) atau diimpor utuh dari luar negeri, termasuk dari Thailand. Rantai pasok mesin dan komponen, menurutnya, banyak berasal dari negara lain sebelum dirakit dan masuk ke Indonesia.

“Yang paling tidak fair adalah bahwa kita ini sudah hampir 80 tahun menggunakan merek tertentu yang teman-teman semua tahu. Itu barang diproduksi mesinnya di Cina, diproduksi di Jepang, kemudian dikirim ke Thailand, baru dikirim ke Indonesia. Sehingga membuat harga begitu mahal,” tegasnya.

Joao menilai kondisi tersebut menunjukkan belum kuatnya industri kendaraan 4×4 berbasis produksi lokal. Ia menegaskan pengadaan kendaraan oleh Agrinas mempertimbangkan aspek harga, kapasitas pasokan, serta kebutuhan riil di lapangan.

Pernyataan itu disampaikan Joao menanggapi keputusan Agrinas mengimpor 105 ribu unit kendaraan dari India pada tahun ini untuk mendukung operasional program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Rinciannya, sebanyak 35 ribu unit mobil pikap 4×4 akan dipasok oleh Mahindra & Mahindra Ltd, 35 ribu unit pikap 4×4 dari Tata Motors, serta 35 ribu unit truk roda enam dari produsen yang sama. Hingga kini, sekitar 200 unit pikap Mahindra dilaporkan telah tiba di Indonesia.

Agrinas merupakan pelaksana utama pembangunan Kopdes Merah Putih yang ditunjuk pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025. Kendaraan yang diimpor akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dan logistik koperasi desa di berbagai wilayah Indonesia.

Program Kopdes Merah Putih dirancang pemerintah untuk memperkuat distribusi barang dan aktivitas ekonomi di tingkat desa, sehingga membutuhkan kendaraan operasional dalam jumlah besar. Namun, wacana impor tersebut menuai kritik dari pelaku industri karena dinilai berpotensi melemahkan industri otomotif dalam negeri. (CNN/far)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini