
KEDIRI, (KUBUS.ID) – Dimulainya tahun ajaran baru menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Pengamat pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., menilai setiap awal tahun ajaran harus dimanfaatkan untuk memperbaiki berbagai aspek pendidikan.
“Memasuki tahun ajaran baru ini adalah momentum untuk refleksi dan mengevaluasi semuanya. Setiap saat harus dievaluasi, setiap tahun ajaran baru harus selalu melakukan perbaikan,” kata Prof. In’am saat mengudara di FM 105,7 Radio ANDIKA pada Minggu, (12/07).
Menurutnya, perkembangan dunia pendidikan saat ini juga ditandai dengan perubahan pola pikir masyarakat dalam memilih sekolah bagi anak. Semakin banyak orang tua yang menginginkan lembaga pendidikan dengan basis keagamaan yang kuat.
“Saat ini tren orang tua berubah. Mereka yang mampu cenderung menyekolahkan anaknya ke sekolah yang memiliki basis keagamaan kuat,” ujarnya.
Ia menilai kebijakan sistem zonasi turut mendorong perubahan tersebut. Banyak orang tua kemudian memilih sekolah di bawah naungan Kementerian Agama karena dinilai mampu memberikan pendidikan umum sekaligus penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan.
“Dengan adanya zonasi, Kementerian Agama justru diuntungkan karena semakin banyak orang tua yang mempercayakan anaknya ke sekolah berbasis agama,” jelasnya.
Prof. Akhsanul menambahkan, kesadaran masyarakat kini semakin tinggi bahwa pendidikan akademik saja tidak cukup. Orang tua mulai mencari sekolah yang mampu membekali anak dengan pendidikan karakter dan nilai-nilai spiritual.
“Orang tua sekarang sadar pendidikan umum saja tidak cukup. Karena itu mereka juga mencari sekolah berbasis agama, baik muslim maupun non muslim,” pungkasnya. (far)






























