Tulungagung (KUBUS.ID) – Pembangunan Jalur Lintas Selatan atau (JLS) Lot 1A di wilayah Kabupaten Tulungagung kini ditargetkan rampung sepenuhnya pada 30 Mei mendatang. Capaian progres proyek infrastruktur tersebut saat ini sudah menyentuh angka 98,5 persen. Pekerja kini tengah memprioritaskan penyelesaian pengaspalan sisa jalur sepanjang 1,5 kilometer (km).
PPK 2.1 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional atau BBPJN Jawa Timur-Bali, I Made Budiana menjelaskan bahwa sisa pengerjaan jalan yang belum teraspal tersebut seluruhnya berada di area Lot Satu A. Sementara untuk pengerjaan fisik pada koridor Lot Satu B dipastikan telah rampung secara menyeluruh sejak tahun lalu.
“Progres sekarang kondisinya sudah hampir 98,5 (persen). Tapi tinggal lagi tinggal aspal aja lagi. Eh, mungkin ada 1,5 kilo lah. Mudah-mudahan 30 Mei ini selesai,” kata Budiana.
Meskipun kondisi cuaca saat pengerjaan sempat diwarnai kendala hujan dan pergeseran tanah akibat longsor di tiga titik, pihak BBPJN mengaku tetap optimistis target akhir bulan ini bisa terpenuhi karena saat ini sudah memasuki musim kemarau.
Pihak pengerja juga menegaskan bahwa kendala longsoran yang sempat terjadi sebelumnya tidak mengubah atau membengkakkan kuota anggaran operasional awal karena seluruh penanganan masih menyesuaikan skema adendum.
“Optimis Pak. Kita dengan cuaca kita optimis. Semoga di-dipermudahlah dari sisi cuaca ini,” ucapnya.
Terkait alokasi anggaran, proyek JLS Tulungagung ini menelan dana ratusan miliar rupiah yang terbagi dalam dua segmentasi pengerjaan utama. Untuk koridor Lot Satu B anggaran yang terserap berkisar di angka seratus enam puluh lima miliar rupiah, sedangkan untuk koridor Lot Satu A mencapai sekitar dua ratus delapan puluh satu miliar rupiah.
“Bisa dilalui cuman tidak, tidak open traffic. Kan kita masih nunggu juga. Karena masa pemeliharaan,” terangnya.
Made juga mengonfirmasi bahwa setelah pengerjaan selesai, jalur tersebut akan langsung berstatus fungsional namun tidak langsung dibuka bebas untuk lalu lintas umum karena harus melalui masa pemeliharaan terlebih dahulu.
Mengenai aspek keselamatan jalan di kawasan lahan baru tersebut, pemasangan Penerangan Jalan Umum atau PJU dilakukan secara selektif pada titik-titik persimpangan yang dinilai paling membutuhkan.
“PJU di titik tertentu sudah kita siapkan. Terutama di daerah lokasi yang simpangan sudah kita siapkan,” jelasnya terkait fasilitas kelengkapan jalan.
Selain masalah penerangan, potensi kerawanan longsor pada tebing-tebing tinggi di sepanjang jalur baru juga terus dipantau secara berkala oleh tim teknis. Pihak BBPJN mengeklaim telah melakukan langkah optimisasi pencegahan seminimal mungkin dengan menerapkan penanganan struktur kalsium khusus pada area tebing yang berisiko tinggi.
“Kemarin kan yang tebing-tebing longsor udah kita optimisasi. Hadi kita upayakan yang seminimalis mungkin lah. Artinya kita sudah, sudah kita kalsi lah, gitu. Potensi kan tetap ada, karena memang ini lahan baru,” tandasnya. (dit)































