Beranda Jawa Timur Viral Bayi 1,5 Tahun Diajak Mendaki: Antara Edukasi Alam atau Ego Orang...

Viral Bayi 1,5 Tahun Diajak Mendaki: Antara Edukasi Alam atau Ego Orang Tua?

2690

KEDIRI, KUBUS.ID–Viralnya orang tua membawa balita mendaki gunung kembali memicu perdebatan hangat di media sosial. Meski niatnya adalah pengenalan alam sejak dini, risiko nyawa mengintai di balik dinginnya ketinggian. Menanggapi fenomena ini, dr. Hasan, Sp.A, dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK), memberikan tanggapan mengenai bahaya yang mungkin diabaikan orang tua.

Menurut dr. Hasan, anak usia 1,5 tahun memiliki fisiologi yang sangat berbeda dengan orang dewasa. Kemampuan tubuh mereka dalam meregulasi suhu (termoregulasi) belum sempurna.

“Anak yang masih berusia 1,5 tahun sepatutnya tidak diajak mendaki gunung dengan kondisi ekstrem dan dingin. Hal ini sangat berbahaya jika anak sampai mengalami hipotermia,” tegas dr. Hasan.

Secara medis, luas permukaan tubuh bayi relatif lebih besar dibandingkan berat badannya jika dibandingkan dengan orang dewasa. Hal ini menyebabkan bayi kehilangan panas jauh lebih cepat (termogenesis tanpa menggigil yang terbatas).

Salah satu poin paling kritis yang disoroti adalah faktor aksesibilitas. Mendaki bukan sekadar jalan-jalan di taman. Ada risiko logistik yang fatal jika terjadi kegawatdaruratan.


Anak usia dini belum memiliki kemampuan adaptasi terhadap perubahan tekanan udara dan suhu ekstrem di area pendakian.
Jika anak mengalami hipotermia atau kondisi darurat lainnya (seperti Acute Mountain Sickness), penanganan akan sangat sulit dilakukan karena medan yang tidak aman.

Tim medis membutuhkan waktu lama untuk mencapai lokasi pendakian. Keterlambatan hitungan menit saja bisa berdampak fatal pada keselamatan nyawa anak.

dr. Hasan mengimbau agar orang tua tidak mengorbankan keselamatan anak demi alasan estetika atau tren semata. Beliau menekankan pentingnya penggunaan akal sehat sebelum memutuskan untuk membawa anak ke lingkungan berisiko tinggi.


“Pengenalan alam boleh dilakukan, tapi tetap mengedepankan kondisi anak dan lingkungan. Orang tua seharusnya tidak sembarangan mengajak anak usia dini untuk melakukan perjalanan yang berisiko,” tambah dr. Hasan. (eko)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini