Beranda Kediri Raya Waspada, Hipertensi Tak Lagi Didominasi Lansia

Waspada, Hipertensi Tak Lagi Didominasi Lansia

49
sumber foto: chatgpt.com

BLITAR, (KUBUS.ID) – Puluhan ribu warga di Kabupaten Blitar tercatat menderita hipertensi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar tahun 2025, jumlah penderita hipertensi mencapai sekitar 57 ribu orang, dimana sekitar 60 persen dialami orang dewasa. Dari data penderita hipertensi, mayoritas berada pada usia produktif 15 hingga 60 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati M.Kes, mengatakan kasus hipertensi kini tidak hanya dialami orang dewasa dan lansia, tetapi mulai ditemukan pada remaja hingga anak usia belasan tahun.

“Sekarang ada tren hipertensi pada remaja, bahkan anak usia belasan tahun juga mulai terkena hipertensi, meski mayoritas masih didominasi usia dewasa dan lansia,” ujar dr. Christine.

Menurutnya, hipertensi termasuk penyakit tidak menular yang penyebabnya dipengaruhi faktor genetik maupun pola hidup tidak sehat. Pola makan tinggi gula, garam, dan karbohidrat, ditambah minim aktivitas fisik, menjadi pemicu utama meningkatnya kasus hipertensi.

“Banyak masyarakat kurang olahraga, terlalu sering duduk, kurang minum air putih, dan pola makan tidak sehat. Kebiasaan ini yang memicu meningkatnya penyakit tidak menular, salah satunya hipertensi,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar terus mengedukasi masyarakat, terutama penderita hipertensi, agar rutin memeriksakan kesehatan dan memperbaiki pola hidup.

Dinkes menganjurkan masyarakat melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, serta olahraga sekitar 150 menit per minggu atau kurang lebih 20 menit per hari.

Tak hanya itu, masyarakat juga diminta membatasi penggunaan gadget dan memberi waktu istirahat bagi tubuh saat bekerja.

“Kalau bekerja di depan gadget, setiap satu jam sekali sebaiknya istirahat sekitar lima menit untuk mengistirahatkan mata dan tubuh,” tambah dr. Christine.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat, mengelola stres, dan memenuhi kebutuhan istirahat minimal enam jam setiap hari untuk menekan risiko hipertensi maupun penyakit tidak menular lainnya. (stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini