Kegiatan digelar bersama keluarga Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno dan Pondok Pesantren Jati Diri Bangsa di Pendopo Pondok Jati Diri Bangsa, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Selasa (31/3/2026). Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. hadir langsung didampingi Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., para Pejabat Utama (PJU), personel Polres Kediri, serta Kapolsek jajaran. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh keluarga besar pengelola Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno, yang dikenal sebagai salah satu titik penting dalam sejarah perjalanan Presiden pertama Republik Indonesia.
Ketua Pengelola Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno, R.M. W.T. Suhardono, S.E., menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kebersamaan lintas unsur sekaligus sebagai sarana edukasi kebangsaan bagi generasi muda.
“Kami berkomitmen menjaga situs ini sebagai ruang pembelajaran budaya dan kebangsaan. Harapannya, generasi muda tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga menumbuhkan rasa nasionalisme,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menilai Pondok Pesantren Jati Diri Bangsa memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kebangsaan dan pembinaan karakter generasi muda.
“Pondok Pesantren Jati Diri Bangsa menjadi wadah strategis dalam menanamkan nilai kebangsaan, sehingga terbentuk generasi yang cinta tanah air dan memiliki semangat nasionalisme yang kuat,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, pesantren yang diresmikan oleh Panglima TNI pada Juli 2023 tersebut merupakan bagian dari penguatan pendidikan kebangsaan yang menitikberatkan pada wawasan persatuan serta pembentukan karakter. Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan melalui dialog sambung roso, dilanjutkan halal bihalal, serta peninjauan langsung Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno.
Melalui silaturahmi ini, terbangun ruang komunikasi yang harmonis antara Kepolisian, tokoh budaya, dan pengelola pendidikan kebangsaan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai nasionalisme, khususnya di kalangan generasi muda, sebagai fondasi menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.(atc/eko)
































