KEDIRI, (KUBUS.ID) – Seorang lansia bernama Nyari (70), warga Desa Kanyoran, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, ditemukan meninggal dunia di area belakang rumahnya, Sabtu (11/7/2026) pagi. Hasil pemeriksaan awal kepolisian dan tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kanit Reskrim Polsek Semen Polres Kediri Kota, Aipda Fredy Kurnia, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 07.00 WIB terkait adanya seseorang yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Petugas bersama Tim Inafis dan personel Samapta Polres Kediri Kota kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Lokasi kejadian berada di belakang rumah korban, tepatnya di area pekarangan yang berbatasan dengan parit dan perkebunan. Jarak antar rumah di lokasi tersebut juga cukup berjauhan,” ujar Aipda Fredy.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui tinggal seorang diri setelah istrinya meninggal dunia, sementara anak semata wayangnya telah berkeluarga dan tinggal terpisah. Menurut keluarga, korban tidak memiliki permasalahan keluarga maupun riwayat penyakit yang diketahui. Namun, sekitar sepekan sebelum kejadian, korban disebut beberapa kali terlihat berada di area kebun dengan kondisi linglung atau kebingungan.
Berdasarkan hasil identifikasi di lokasi bersama petugas medis, ditemukan tanda jeratan pada leher yang sesuai dengan dugaan penyebab kematian. Polisi juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.
Setelah proses identifikasi selesai, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Aipda Fredy mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi anggota keluarga maupun tetangga, terutama mereka yang tinggal seorang diri. Menurutnya, komunikasi dan kepedulian sosial menjadi hal penting untuk membantu mengenali perubahan kondisi seseorang sedini mungkin. (stm)
Catatan Redaksi: Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional, merasa putus asa, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, jangan hadapi sendiri. Cobalah berbicara dengan keluarga, teman yang dipercaya, tokoh masyarakat, atau tenaga profesional agar dapat memperoleh dukungan dan bantuan.
































