Beranda Kediri Raya Polisi Ungkap Motif Konflik Pribadi di Balik Kasus Penganiayaan Wanita di Tanjunganom...

Polisi Ungkap Motif Konflik Pribadi di Balik Kasus Penganiayaan Wanita di Tanjunganom Nganjuk

276
Lokasi penganiayaan kepada korban di wilayah Sonobekel, Tanjunganom, Nganjuk. (kabarbaik.co)

NGANJUK (KUBUS.ID) – Kasus penganiayaan berat terhadap seorang wanita di kawasan jalan persawahan Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, kini telah menemui titik terang. Pihak kepolisian memastikan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan aksi pembegalan ataupun tindak kejahatan acak, melainkan dipicu oleh konflik personal antara korban dan pelaku yang sebelumnya sudah saling mengenal.

Kapolsek Warujayeng, Kompol Ahmad Junaidi, menjelaskan bahwa pelaku merupakan seorang remaja berusia 16 tahun yang memiliki hubungan pertemanan dekat dengan korban. Sementara itu, korban, DM, 20 tahun, diketahui telah membina rumah tangga sejak sekitar dua tahun lalu.

Menurut Kompol Ahmad, proses penyelidikan sempat menghadapi tantangan tersendiri karena pada awalnya korban enggan menyampaikan identitas pelaku. Korban semula memberikan keterangan bahwa dirinya diserang oleh orang asing saat melintas di jalan yang sepi.

“Kami kemudian melakukan pendalaman melalui berbagai sumber lain. Setelah pendekatan dan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk melibatkan polwan, korban akhirnya bersedia mengungkap jati diri pelaku,” ujar Kompol Ahmad Junaidi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, beberapa hari sebelum peristiwa tersebut, korban sempat melontarkan kata-kata yang dinilai menyinggung dan melukai perasaan pelaku. Remaja tersebut kemudian berinisiatif mengajak korban untuk bertemu pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB.

Saat pertemuan berlangsung, pelaku mencoba menguasai telepon genggam milik korban. Namun, karena gawai tersebut dalam kondisi terkunci dan korban menolak memberikan kata sandi, korban memilih menyelamatkan diri dengan berlari ke arah area persawahan yang sepi.

Pelaku yang sebelumnya sudah menyiapkan dan menyembunyikan sebilah sabit segera mengejar korban. Di tengah jalan, pelaku menghadang jalur korban dan melayangkan serangan secara berulang kali.

Akibat kejadian itu, korban mengalami 11 luka sayatan di beberapa bagian tubuhnya. Luka paling signifikan terdapat pada tangan kiri akibat upaya menangkis serangan, serta di area kepala, dengan beberapa luka robek mencapai panjang 10 hingga 12 sentimeter.

Pihak kepolisian menduga tindakan pelaku mengarah pada upaya penghilangan nyawa. Beruntung, korban mampu memberikan perlawanan dan berteriak meminta pertolongan, yang membuat pelaku panik lalu melarikan diri dari lokasi kejadian. Saat ini, korban masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Usai melancarkan aksinya, pelaku sempat melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Jombang. Aparat kepolisian langsung melakukan pengejaran, namun sempat kehilangan jejak karena telepon genggam pelaku dalam keadaan tidak aktif.

Keesokan paginya, ponsel pelaku kembali menyala dan posisinya terdeteksi bergerak dari wilayah Trowulan hingga Jabon, Kabupaten Mojokerto. Tim kepolisian langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku di wilayah jabon sekitar dua jam setelah sinyal ponselnya kembali aktif.

Mengingat pelaku masih berstatus sebagai anak di bawah umur, penanganan perkara ini selanjutnya dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Nganjuk demi memenuhi prosedur hukum yang berlaku.

Kompol Ahmad Junaidi mengimbau masyarakat agar tidak cemas ataupun mengaitkan peristiwa ini dengan kondisi keamanan wilayah Nganjuk secara umum. Ia menegaskan bahwa insiden ini murni merupakan benturan personal yang berujung pada tindakan kekerasan fisik.

“Ini bukan aksi begal ataupun kriminalitas acak di jalanan. Situasi kamtibmas di wilayah Nganjuk dipastikan tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya. (nhd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini