KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 diharapkan menjadi momentum membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak, bukan sekadar kegiatan seremonial di awal tahun ajaran.
Wakil Rektor 1 UNP Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, Dr. Agus Muji Santoso, M.Si., mengapresiasi kebijakan pemerintah melalui Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 yang menekankan pelaksanaan MPLS secara edukatif, inklusif, menyenangkan, aman, serta bebas dari perpeloncoan dan segala bentuk kekerasan.
Menurut Agus, keberhasilan MPLS tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan orang tua, komite sekolah, panitia, dan siswa. Seluruh pihak perlu memastikan peserta didik merasa aman, diterima, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah sejak hari pertama.
Ia juga menilai sekolah-sekolah di Kediri Raya mulai menunjukkan komitmen membangun lingkungan belajar yang ramah anak. Hal itu terlihat dari banyaknya sekolah yang mendeklarasikan diri sebagai sekolah aman dan ramah anak serta mendapat pendampingan dan supervisi dari Dinas Pendidikan selama pelaksanaan MPLS.
Selain mengenalkan lingkungan sekolah, Agus menilai MPLS perlu membekali siswa dengan pemahaman tentang berbagai bentuk perundungan, baik fisik, psikis, seksual, maupun perundungan di ruang digital. Menurutnya, meningkatnya penggunaan media sosial membuat edukasi mengenai keamanan digital menjadi materi yang tidak boleh diabaikan.
Terkait pembentukan disiplin, Agus menegaskan budaya disiplin tidak dibangun melalui hukuman, melainkan lewat pembiasaan yang konsisten dan keteladanan dari para pendidik. Guru diharapkan menjadi contoh dalam hal kedisiplinan, mulai dari datang tepat waktu hingga menunjukkan sikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap pendekatan humanis yang diterapkan selama MPLS dapat terus berlanjut setelah kegiatan selesai. Menurutnya, MPLS harus menjadi pintu masuk untuk membangun budaya sekolah yang positif melalui komunikasi yang baik antara sekolah, guru, orang tua, dan siswa sehingga peserta didik merasa nyaman, aman, serta termotivasi untuk berkembang dan berprestasi.































