
JEPARA, KUBUS.ID – Video pernyataan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Husna, Jepara, Jawa Tengah, Dr. KH. A. Mundoffar Al Hafidh, yang menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah melalui akun TikTok pribadinya, @mbah.mun034, pada Jumat (10/7), Mundoffar mengumumkan seluruh keluarga besar Ponpes Al Husna memutuskan tidak lagi menerima Program MBG.
“Mulai Jumat, 10 Juli 2026, semua keluarga Pondok Pesantren Al Husna menyatakan menolak dan tidak menerima MBG,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Mundoffar menyebut menerima Program MBG merupakan perbuatan haram. Dia mengaku pesantrennya sempat menerima program tersebut selama beberapa bulan terakhir. Karena itu, dirinya merasa telah berdosa dan menyatakan keluarga besar pesantren harus bertaubat.
Menurut Mundoffar, menerima MBG juga sama dengan membantu atau memfasilitasi perbuatan maksiat. Dia turut mengaitkan pelaksanaan program tersebut dengan dugaan praktik korupsi. Seperti yang menyeret Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Sonny Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.
“Kita tahu dari hulu sampai hilir, pengelola MBG ini adalah buat sarana untuk berbuat korupsi besar-besaran,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Mundoffar mengajak masyarakat menolak Program MBG. Menurut dia, penolakan terhadap program tersebut merupakan cara menghentikan praktik yang disebutnya sebagai korupsi besar-besaran.
“Kita warga Indonesia, satu-satunya cara untuk menghentikan praktik korupsi besar-besaran ini yaitu dengan menolak dan berhenti menerima MBG,” tegasnya.
Video pernyataan tersebut kemudian ramai beredar di berbagai platform media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet.(adr)































