
KEDIRI, (KUBUS.ID) – Serangan hama wereng cokelat mulai mengancam lahan padi di Kediri Raya. Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Kadiri (UNISKA), Imam Habibi, S.P., M.Sc., menyebut hama tersebut menjadi salah satu penyebab utama gagal panen (puso) pada tanaman padi apabila tidak segera dikendalikan.
“Hama wereng cokelat ini memang sangat berbahaya dan menjadi masalah serius. Serangannya bisa menyebabkan puso atau gagal panen pada tanaman padi,” ujar Imam saat On Air di Radio ANDIKA.
Menurutnya, serangan wereng biasanya berawal dari satu titik, kemudian menyebar dengan cepat ke area persawahan lain. Kondisi lahan yang terus-menerus ditanami padi juga mempercepat ledakan populasi wereng karena ketersediaan sumber makanan sepanjang tahun.
Di Tulungagung, serangan dilaporkan terjadi di wilayah Bandung, Pakel, Besuki, dan Besole, sedangkan di Kabupaten Kediri ditemukan di Desa Tiru Kidul pada tanaman padi berumur sekitar 20 hari setelah tanam (HST). Imam mengingatkan, jika tidak segera dikendalikan, serangan wereng dapat mengganggu pasokan beras dan berpotensi memicu kenaikan harga.
“Kalau sudah ada indikasi puso, harga beras bisa naik. Karena itu pengendalian harus segera dilakukan secara massal agar serangan tidak semakin meluas,” katanya.
Untuk jangka panjang, Imam menyarankan petani tidak menanam satu varietas padi dalam satu hamparan. Ia juga merekomendasikan penanaman tanaman refugia seperti sorgum, jagung, atau kemangi di pematang sawah sebagai upaya menekan penyebaran wereng secara alami. (stm)































