Beranda Opini Anak Akhiri Nyawa Ayah, Psikolog: Jangan Biarkan Emosi Mengendalikan Keputusan

Anak Akhiri Nyawa Ayah, Psikolog: Jangan Biarkan Emosi Mengendalikan Keputusan

1989

Kediri, (KUBUS.ID) – Kasus meninggalnya seorang ayah angkat di Nganjuk yang diduga dilakukan anak angkatnya mendapat perhatian dari Psikolog Kota Kediri, Vivi Rosdiana, S.Psi. Menurutnya, setiap tindakan seseorang selalu dilatarbelakangi motif yang berbeda. Dalam kasus ini, emosi yang dipendam, rasa dendam, persoalan ekonomi, hingga pengaruh lingkungan diduga menjadi faktor yang saling berkaitan. Vivi menjelaskan, keputusan yang diambil saat seseorang dikuasai emosi umumnya berisiko berujung pada tindakan yang merugikan. Karena itu, ia mengingatkan agar setiap orang tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika sedang marah, kecewa, atau menyimpan dendam.

Menurutnya, pola asuh juga berperan penting dalam membentuk karakter anak. Pola asuh yang terlalu keras maupun terlalu memanjakan sama-sama tidak baik. Orang tua perlu menerapkan pola asuh yang seimbang, yakni memberikan batasan saat anak berbuat salah sekaligus memberikan apresiasi ketika anak melakukan hal positif.

Selain keluarga, lingkungan pergaulan juga dinilai memiliki pengaruh besar terhadap cara berpikir dan bertindak seseorang. Vivi mengatakan seseorang dapat terpengaruh oleh teman, pasangan, maupun tontonan di media sosial. Karena itu, memilih lingkungan yang positif menjadi hal penting untuk mencegah munculnya perilaku menyimpang.

Ia juga mengajak masyarakat lebih peka terhadap perubahan perilaku orang-orang di sekitarnya. Menurutnya, perhatian sederhana seperti menanyakan kabar dapat menjadi bentuk empati yang membantu seseorang merasa didengar sebelum tekanan psikologis berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Kepada para orang tua, Vivi berpesan agar terus belajar membangun komunikasi yang baik dengan anak. Orang tua diharapkan tidak hanya berperan sebagai pemberi nasihat, tetapi juga menjadi teman berdiskusi yang membuat anak merasa aman untuk bercerita. Menurutnya, komunikasi yang terjaga dapat menjadi kunci dalam mencegah konflik keluarga berkembang menjadi persoalan yang lebih serius. (rif)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini