Beranda Kediri Raya Jembatan Gondang 1 Tulungagung Mulai Dibongkar, Perbaikan Makan Waktu Tujuh Bulan

Jembatan Gondang 1 Tulungagung Mulai Dibongkar, Perbaikan Makan Waktu Tujuh Bulan

5
Setelah sempat tertunda, pembongkaran Jembatan Gondang 1 Tulungagung resmi dimulai pada Selasa, 2 Juni 2026. (Foto. Redaksi)

TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Setelah sempat tertunda, pembongkaran Jembatan Gondang 1 Tulungagung resmi dimulai pada Selasa, 2 Juni 2026 sore. Petugas gabungan langsung bersiaga di lokasi untuk mengamankan situasi. Langkah ini dibarengi dengan penutupan total arus lalu lintas di sekitar area jembatan.

Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila menjelaskan bahwa penutupan resmi diberlakukan mulai pukul 14.35 WIB demi mendukung proses pembangunan yang ditargetkan rampung pada 11 Desember 2026. Pihak kepolisian bersama Dinas Perhubungan telah menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas yang dibagi berdasarkan jenis kendaraan guna mencegah kemacetan.

“Jadi pada hari ini, hari Selasa tanggal 2 Juni 2026 sekitar pukul 14.35 WIB, kami dari Satlantas Tulungagung beserta Dishub Tulungagung, kita memang resmi untuk melakukan penutupan di Jembatan Gondang 1,” kata Taufik.

Untuk kendaraan roda dua dan roda empat, petugas menyediakan tiga jalur alternatif yang melintasi Simpang Tiga Kecamatan tembus Polsek Kalangbret, Simpang Tiga Mojoarum tembus Simpang Tiga Pampang, serta Simpang Tiga Malasan Galek tembus Simpang Empat Gempolan.

Sementara itu, kendaraan roda enam ke atas wajib melalui rute dari Simpang Tiga Durenan menuju Polsek Bandung, Pakel, Campurdarat, Boyolangu, hingga tembus Perempatan Tamanan. Rekayasa arus lalu lintas ini juga berlaku untuk arah sebaliknya dari Tulungagung menuju Trenggalek.

“Mengapa kita alihkan seperti itu? Karena memang untuk tiga titik yang pertama tadi memang tidak dapat dilalui roda 6,” jelasnya.

Taufik menambahkan bahwa proyek ini sedianya direncanakan mulai pada 25 Mei lalu, namun terpaksa mundur akibat kendala teknis keterlambatan tibanya alat berat di lokasi.

Dan dalam pengamanan jalur ini, Satlantas Polres Tulungagung menerjunkan 10 personel, didukung oleh 10 personel dari Dishub Tulungagung, serta bantuan perkuatan dari Satlantas dan Dishub Trenggalek di titik perbatasan.

“Untuk mulai detik ini jam 14.35 ini kita tutup. Resmi kita tutup bersama Pak Kadishub, kita sudah resmi tutup,” ucapnya.

Dari sisi teknis, PPK 2.1 Provinsi Jatim BBPJN Jatim-Bali, Osky Ardianto memaparkan bahwa rekonstruksi total dilakukan karena kondisi struktur jembatan lama sudah sangat kritis berdasarkan kajian balai.

Layanan jembatan mengalami penurunan tajam dengan keretakan fisik di bawah abutment serta penurunan pada salah satu sisi lantai dan pilar. Jika dipertahankan, kekuatan jembatan lama diperkirakan hanya mampu bertahan kurang dari lima tahun lagi.

“Itu nilai kondisi jembatan kita sudah mengalami krisis. Jadi merah dari kajian teknis di balai kami,” bebernya.

Proses pembongkaran bentang jembatan tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar satu minggu. Desain bangunan baru akan tetap mengacu pada dimensi lama, namun diperkuat menggunakan fondasi strauss dan empat pilar penyangga baru agar memiliki usia pakai minimal 40 hingga 50 tahun serta mampu menahan beban tonase kendaraan berat yang melintas.

“Untuk desainnya kita tetap mengacu pada desain lama, nggih. Cuma strukturnya aja kita rubah yang seperti baru lagi dan kita perkuat,” tandasnya. (dit)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini