KEDIRI, (KUBUS.ID) – Menjelang Ramadan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Kediri ikut pasang badan menjaga stabilitas pangan. Kadin mendorong Pemerintah Kota Kediri lebih serius memastikan ketersediaan sembako sekaligus mengendalikan harga di pasar tradisional maupun ritel modern.
Ketua Kadin Kota Kediri H.M. Solikhin menegaskan, lonjakan harga jelang bulan puasa bukan hal baru. Karena itu, diperlukan langkah antisipatif dan sinergi lintas sektor agar gejolak bisa ditekan sejak awal.
Sedikitnya ada tiga strategi yang diusulkan Kadin. Pertama, edukasi belanja bijak kepada masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Sosialisasi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Kedua, pendekatan spiritual. Kadin mengajak ulama dan tokoh agama turut mengingatkan masyarakat agar Ramadan dimaknai sebagai bulan ibadah, bukan ajang konsumsi berlebihan.
Ketiga, pengawasan ketat dari pemerintah. Pemkot Kediri diminta rutin dan intensif melakukan pemantauan harga di seluruh pasar untuk mencegah permainan dan spekulasi harga.
Sebagai bagian dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, Kadin juga berkomitmen terjun langsung memantau kondisi lapangan. Tujuannya, setiap potensi kenaikan harga bisa terdeteksi lebih dini dan segera dicarikan solusi.
“Kami terus berkoordinasi dalam TPID untuk melakukan pengecekan harga kebutuhan pokok. Fokus kami memastikan rantai pasok lancar sehingga harga tetap terjangkau masyarakat,” kata Solikhin, Rabu (28/1).
Berdasarkan pantauan terkini, ketersediaan pangan di Kota Kediri relatif aman. Stok beras dipastikan mencukupi kebutuhan selama Ramadan. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan pada komoditas lain seperti telur, minyak goreng, dan gula yang rawan mengalami fluktuasi harga akibat lonjakan permintaan di awal puasa.
Kadin berharap, kolaborasi kuat antara pemerintah, ulama, dan pelaku usaha mampu menjaga suasana Ramadan di Kota Kediri tetap kondusif. Masyarakat pun bisa berbelanja dengan tenang tanpa dibayangi lonjakan harga yang memberatkan.(atc/adr)

































