WASHINGTON DC (KUBUS.ID) — Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menandatangani proklamasi penarikan diri Amerika Serikat dari 35 organisasi internasional non-Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta 31 entitas di bawah naungan PBB. Gedung Putih menyatakan langkah tersebut diambil karena organisasi-organisasi tersebut dinilai bertentangan dengan kepentingan nasional AS.
Sejumlah badan internasional yang terdampak antara lain Global Counterterrorism Forum, International Energy Forum, UN Peacebuilding Fund, serta UN International Trade Centre. Pemerintah AS menuding lembaga-lembaga tersebut mempromosikan kebijakan iklim radikal, tata kelola global, serta program ideologis yang dinilai berbenturan dengan kedaulatan dan kekuatan ekonomi Amerika Serikat.
“Keputusan ini merupakan hasil tinjauan menyeluruh terhadap seluruh organisasi, konvensi, dan perjanjian internasional yang diikuti Amerika Serikat,” demikian pernyataan Gedung Putih, seperti dikutip Channel News Asia pada Minggu (11/1/2026).
Gedung Putih menegaskan penarikan diri tersebut bertujuan untuk menghentikan penggunaan dana publik bagi lembaga yang dinilai tidak sejalan dengan prioritas nasional.
“Penarikan ini bertujuan menghentikan penggunaan dana pajak warga Amerika untuk entitas yang dianggap lebih mengutamakan agenda globalis daripada kepentingan nasional,” lanjut pernyataan tersebut.
Gedung Putih juga menyatakan dana pajak warga AS akan dialihkan ke penggunaan yang dinilai lebih efektif.
“Dana pajak warga AS akan dialokasikan ke cara lain yang lebih efektif untuk mendukung misi-misi yang relevan, daripada mendanai entitas yang tidak efisien,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Hingga kini, Gedung Putih belum merinci lebih lanjut mekanisme teknis pemutusan hubungan, termasuk jadwal penghentian pendanaan dan dampaknya terhadap kerja sama internasional yang sedang berjalan.
Langkah drastis ini memperpanjang daftar kebijakan luar negeri Trump sejak memulai masa jabatan keduanya pada tahun lalu. Sebelumnya, pemerintahan Trump telah memangkas pendanaan untuk PBB, menghentikan keterlibatan AS dalam Dewan Hak Asasi Manusia PBB, menghentikan bantuan untuk UNRWA—lembaga bantuan bagi pengungsi Palestina—serta menarik diri dari UNESCO.
Selain penarikan massal tersebut, Presiden Trump juga telah mengumumkan rencana untuk keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta Perjanjian Iklim Paris, yang kembali memicu kritik dari komunitas internasional dan kelompok pemerhati multilateralisme. (ANTARA/far)

































