Beranda Jawa Timur OJK Pastikan Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga, Perkuat Intermediasi untuk Dukung...

OJK Pastikan Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga, Perkuat Intermediasi untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

0
Foto : istimewa

KEDIRI, KUBUS.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap berada dalam kondisi terjaga di tengah dinamika ekonomi global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Kondisi tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan sistem keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Hal itu disampaikan dalam hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK yang digelar pada 1 Juli 2026. OJK menilai sektor jasa keuangan mampu menunjukkan resiliensi yang kuat berkat sinergi kebijakan serta penguatan fungsi intermediasi di berbagai sektor industri keuangan.

Di sektor perbankan, OJK mencatat pertumbuhan kredit mencapai 11,51 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Mei 2026 menjadi Rp8.918 triliun. Pertumbuhan tersebut diikuti peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,49 persen yoy menjadi Rp10.294 triliun, dengan kualitas kredit dan likuiditas yang tetap berada pada level sehat. Permodalan perbankan juga terjaga kuat dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 23,74 persen, jauh di atas ketentuan minimum yang berlaku.

Selain memperkuat fungsi intermediasi, OJK juga terus meningkatkan pengawasan terhadap industri jasa keuangan. Salah satunya melalui upaya pemberantasan perjudian daring dengan meminta perbankan melakukan Enhance Due Diligence (EDD) maupun pemblokiran puluhan ribu rekening yang terindikasi digunakan untuk aktivitas ilegal, sekaligus memperkuat koordinasi bersama aparat penegak hukum dalam penanganan tindak pidana di sektor keuangan.

Pada sektor pasar modal, jumlah investor domestik terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga akhir Juni 2026, jumlah investor pasar modal mencapai 28,96 juta, atau tumbuh 42,22 persen sejak awal tahun. Di sisi lain, penghimpunan dana melalui pasar modal juga tetap berjalan positif dengan nilai mencapai Rp112,67 triliun, memperlihatkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan nasional yang masih terjaga.

OJK juga terus mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai program edukasi kepada masyarakat. Sejak Januari hingga 25 Juni 2026, OJK telah menyelenggarakan 2.571 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 10,85 juta peserta. Melalui program GENCARKAN, edukasi keuangan telah dilaksanakan sebanyak 31.178 program dengan total jangkauan sekitar 102 juta peserta di berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan bahwa OJK akan terus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan agar tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.

“Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi. Resiliensi sektor jasa keuangan yang kuat menjadi modal penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” demikian disampaikan dalam Siaran Pers RDKB OJK Juni 2026.

Ke depan, OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan, menjaga integritas sektor jasa keuangan, meningkatkan perlindungan konsumen, serta memperluas akses keuangan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan sektor jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan berdaya saing sehingga dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.(atc/art)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini