Beranda Jawa Timur Persaingan Ketat, SDN Sukorejo 3 Kota Blitar Hanya Terima 5 Siswa Baru

Persaingan Ketat, SDN Sukorejo 3 Kota Blitar Hanya Terima 5 Siswa Baru

0

Blitar, (KUBUS.ID) – Persaingan antarsekolah dasar di Kota Blitar dinilai semakin ketat. Kondisi itu turut dirasakan SD Negeri Sukorejo 3 Kota Blitar yang pada tahun ajaran 2026/2027 hanya menerima lima peserta didik baru.

Kepala SDN Sukorejo 3 Kota Blitar, Agung Mukhlis Setiawan, mengatakan meski jumlah siswa baru sangat sedikit, pihak sekolah tetap berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan secara maksimal kepada seluruh peserta didik.

“Walaupun kami tahun pelajaran ini hanya menerima lima siswa, kami tetap punya komitmen bersama seluruh guru untuk memberikan pelayanan yang prima. Artinya tetap mengedepankan profesionalitas dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik,” ujar Agung Mukhlis saat diwawancarai Radio ANDIKA.

Dengan tambahan lima siswa baru tersebut, total peserta didik SDN Sukorejo 3 dari kelas 1 hingga kelas 6 kini berjumlah sekitar 60 siswa. Menariknya, jumlah siswa di kelas 2 juga hanya lima orang karena pada tahun ajaran sebelumnya sekolah tersebut juga menerima lima peserta didik baru.

Menurut Agung, minimnya jumlah pendaftar dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adalah jumlah lulusan taman kanak-kanak (TK) di sekitar sekolah yang memang tidak banyak. Selain itu, lulusan TK juga tersebar ke berbagai sekolah dasar negeri, swasta, maupun madrasah ibtidaiyah (MI) di wilayah sekitar.

“Kalau berdasarkan diskusi kami dengan guru-guru, jumlah lulusan TK di sekitar sekolah memang sedikit. Di sisi lain, SD negeri dan swasta di kawasan ini juga berdekatan sehingga persaingannya memang cukup ketat,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi serupa juga terjadi pada tahun ajaran sebelumnya. Namun, beberapa tahun lalu SDN Sukorejo 3 pernah menerima sekitar 20 siswa baru karena saat itu jumlah lulusan dari TK yang selama ini menjadi pemasok siswa ke sekolah tersebut lebih banyak.

Agung menyampaikan belum pernah mendengar adanya wacana penggabungan (regrouping) sekolah akibat minimnya jumlah peserta didik. Ia menegaskan sekolah akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan Dinas Pendidikan apabila nantinya terdapat arahan terkait hal tersebut.

“Kalau wacana itu saya belum pernah mendengar. Intinya kami akan mengikuti arahan dari Dinas Pendidikan karena itu menjadi kewenangan mereka,” ujarnya.

Terlepas dari tantangan jumlah peserta didik yang terus menurun, Agung memastikan seluruh guru tetap berkomitmen memberikan pendidikan terbaik bagi seluruh siswa hingga menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah dasar.

“Berapa pun jumlah siswanya, kami tetap akan mengedepankan kualitas dan profesionalitas dalam mendidik mereka sampai lulus kelas enam,” pungkasnya. (rif)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini