
MALANG, KUBUS.ID – Presiden Prabowo Subianto melontarkan sindiran keras kepada pihak yang menganggap harga beras terlalu mahal. Menurut dia, mereka yang mengkritik seharusnya mencoba menanam padi sendiri agar memahami beratnya proses produksi yang dijalani petani.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memimpin Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia Bersama TNI di Malang, Jumat (17/7). Dia menilai kritik terhadap harga beras kerap mengabaikan kesejahteraan petani sebagai produsen pangan.
“Yang mengatakan beras terlalu mahal, suruh mereka ikut kau tanam beras. Kalau petani beras nggak boleh dapat penghasilan yang tinggi, ya suruh mereka tanam padi sendiri!” tegas Prabowo, seperti dikutip dari Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (18/7).
Prabowo kemudian melontarkan guyonan. Dia mengatakan TNI bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman siap menyediakan lahan bagi para pengkritik agar bisa merasakan langsung bertani.
“TNI akan siapkan lahan untuk mereka, Menteri Pertanian akan siapkan lahan untuk mereka. Suruh tanam sendiri, enak aja!” ujarnya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan, petani berhak memperoleh pendapatan yang layak. Sebab, mereka bersama nelayan merupakan tulang punggung ketahanan pangan nasional.
“Terima kasih petani, nelayan Indonesia. Kau adalah pahlawan yang sebenarnya. Kau menghasilkan pangan untuk kita semua,“ ucapnya.
Prabowo juga mengklaim kesejahteraan petani dan nelayan mulai membaik. Dia mengaku menerima laporan bahwa sejumlah petani kini mampu berlibur ke luar negeri, termasuk ke Hong Kong.
“Ada berapa petani yang sudah lapor ke saya, dia sekarang sudah libur ke Hong Kong. Saya senang,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada petani, TNI, dan Polri atas peningkatan produksi sektor pertanian dan perkebunan. Menurutnya, keterlibatan TNI dalam pendampingan di berbagai komoditas turut mendukung pencapaian target produksi nasional.
Panen raya kali ini melibatkan pendampingan TNI di sejumlah komoditas. TNI Angkatan Udara mendampingi pengembangan tebu, TNI Angkatan Laut mendampingi kedelai, sedangkan TNI Angkatan Darat mendampingi budidaya padi.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan, pada musim giling 2026, TNI AU bersama Sinergi Gula Nusantara, pihak swasta, dan asosiasi petani mendampingi lahan tebu seluas 236.048 hektare. Dari luasan tersebut diproyeksikan menghasilkan 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula.
“Produksi tersebut berkontribusi sebesar 45,05 persen terhadap target gula nasional 2026,” ujar Agus.(adr)































