Beranda Jawa Timur SDN 2 Plandaan Tulungagung Hanya Dapat Dua Siswa Baru, Dinas Pendidikan Ungkap...

SDN 2 Plandaan Tulungagung Hanya Dapat Dua Siswa Baru, Dinas Pendidikan Ungkap Penyebabnya

4

Tulungagung (KUBUS.ID) – Hari pertama tahun ajaran baru di Kabupaten Tulungagung diwarnai dengan masih adanya sejumlah sekolah dasar negeri yang kekurangan peserta didik baru. Bahkan, SD Negeri 2 Plandaan hanya menerima dua siswa pada Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Deni Susanti, mengatakan kondisi tersebut bukan hanya terjadi di SDN 2 Plandaan. Berdasarkan hasil monitoring Dinas Pendidikan, sejumlah SD negeri lainnya juga mengalami kekurangan murid, bahkan ada yang tidak memperoleh siswa baru sama sekali.

“Di kota saja masih ada yang mendapat murid satu hingga dua siswa. Apalagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran,” jelas Deni saat wawancara on air bersama Radio ANDIKA, Senin (13/7/2026).

Deni menyebut beberapa sekolah yang tidak memperoleh siswa baru antara lain SDN 4 Besuki dan SDN Dlodo Pucanglaban. Sementara SDN 3 Babadan hanya menerima satu siswa baru.

Menurutnya, kondisi tersebut relatif sama dengan tahun lalu. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, jumlah siswa baru di sejumlah sekolah yang minim peminat tidak mengalami perubahan signifikan.

Deni menjelaskan, salah satu penyebab utama berkurangnya jumlah siswa adalah menurunnya jumlah anak usia sekolah di sejumlah wilayah. Selain itu, keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) juga dinilai turut memengaruhi jumlah kelahiran sehingga berdampak pada jumlah calon peserta didik.

Sebagai contoh, di sekitar wilayah SDN 2 Plandaan, jumlah anak usia masuk sekolah dasar memang sangat sedikit. Dari satu taman kanak-kanak di sekitar sekolah tersebut, hanya terdapat empat anak yang lulus tahun ini.

“Di wilayah sekitar SD Plandaan itu, anak TK yang lulus hanya empat orang. Dari jumlah tersebut, SDN 2 Plandaan menerima dua siswa,” terangnya.

Selain faktor demografi, keberadaan sekolah swasta di sekitar lokasi juga memengaruhi pilihan orang tua. Deni mengatakan masyarakat memiliki hak menentukan sekolah yang dianggap paling sesuai bagi anaknya sehingga pemerintah tidak dapat membatasi pilihan tersebut.

Meski jumlah siswanya sedikit, Deni memastikan kondisi sarana dan prasarana SDN 2 Plandaan masih tergolong baik dan memadai untuk mendukung proses belajar mengajar.

Ia juga menegaskan minimnya jumlah siswa tidak mengurangi kompetensi maupun kualitas guru dalam memberikan pembelajaran. Justru kondisi tersebut menjadi tantangan bagi sekolah untuk terus berinovasi agar semakin diminati masyarakat.

Menurut Deni, sekolah perlu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan ramah anak sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Sebagai langkah evaluasi, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung membuka kemungkinan melakukan penataan sekolah apabila dalam tiga tahun berturut-turut suatu sekolah tidak mendapatkan siswa baru. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penggabungan dengan sekolah terdekat agar layanan pendidikan tetap berjalan secara efektif.

Namun, Deni menegaskan kebijakan tersebut masih akan dikaji lebih lanjut berdasarkan hasil evaluasi Dinas Pendidikan terhadap kondisi masing-masing sekolah. (nhd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini