Beranda Kediri Raya Sosiolog UMM: Fenomena “Pocong Viral” Dipicu Budaya Lama dan Arus Digital Tanpa...

Sosiolog UMM: Fenomena “Pocong Viral” Dipicu Budaya Lama dan Arus Digital Tanpa Filter

10
Dosen Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Wahyudi Winarjo. (Foto. Redaksi)

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Fenomena konten “pocong” yang belakangan menyebar luas di media sosial dinilai tidak lepas dari kombinasi antara budaya lama masyarakat Nusantara dan derasnya arus informasi digital yang sulit dibendung.

Menurut Dr. Wahyudi, M.Si., Dosen Sosiologi FISIP UMM Malang, konten bernuansa mistis seperti pocong mudah diterima karena masih adanya keterikatan budaya masyarakat terhadap hal-hal yang bersifat gaib atau metafisika.

“Arus informasi digital saat ini memang tidak bisa dibatasi hanya dengan aturan. Di sisi lain, kebebasan ini juga dimanfaatkan untuk membuat konten di luar realita yang seringkali bernuansa mistis,” ujarnya saat berbincang dengan jurnalis Eko Supriadi.

Ia menjelaskan, ketertarikan masyarakat terhadap hal-hal horor bukanlah hal baru. Jauh sebelum media sosial berkembang, film dan drama horor sudah lebih dulu membentuk imajinasi publik terhadap dunia supranatural.

“Film-film horor sejak dulu, termasuk yang populer di era Suzanna, ikut membentuk cara pandang dan imajinasi masyarakat terhadap hal-hal mistis,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dr. Wahyudi menilai bahwa perkembangan media sosial saat ini memperkuat percampuran antara rasa ingin tahu, kepercayaan, dan konsumsi informasi yang cepat tanpa verifikasi.

“Kondisi sosial masyarakat yang semakin kompleks dan cepatnya arus informasi membuat banyak orang mudah menerima sesuatu tanpa filter logika yang kuat,” jelasnya.

Ia menegaskan, masyarakat perlu menyeimbangkan antara nilai religius, budaya, dan nalar kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Ketika realitas tidak lagi disaring dengan logika, maka apa pun yang viral di media sosial bisa dianggap benar, sampai akhirnya terbantahkan dengan sendirinya,” pungkasnya. (eko)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini