Kediri, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan mengambil langkah strategis dalam menekan angka penyakit tidak menular, khususnya hipertensi. Langkah nyata ini diwujudkan dengan menggelar kegiatan edukasi bagi penderita hipertensi. Kegiatan bertajuk Workshop Fam Care Hipertensi (Family Educator Untuk Cegah Rawat Edukasi Penyakit Hipertensi) ini dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Kediri.
Acara ini sengaja dirancang untuk memberikan edukasi sekaligus penguatan mental psikologis kepada penderita hipertensi beserta keluarga yang mendampingi. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Hamida, menekankan betapa pentingnya dukungan dari orang-orang terdekat dalam proses penyembuhan dan kontrol emosi pasien.
“Mengingat krusialnya peran lingkungan terdekat, melalui kegiatan ini kita berikan edukasi kepada para penderita dan pendamping agar mereka bisa memberikan support dan penguatan mental kepada yang sakit sehingga penderita bisa terkendali hipertensinya. Jika mentalnya terjaga, hipertensi pasien akan jauh lebih terkendali,” terang dr. Hamida.
Sebanyak 180 peserta yang terdiri dari penderita hipertensi, pendamping, serta pengelola program hipertensi dari 9 puskesmas di Kota Kediri tampak antusias memadati ruang lokakarya. Untuk memastikan materi tersampaikan secara mendalam dan komprehensif, Dinas Kesehatan menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya, yaitu Spesialis Kedokteran Jiwa dari RS Bhayangkara, dr. Roni Subagyo, serta dr. Siti Rahmah dari UPT Puskesmas Campurejo.
Di sisi lain, dr. Hamida tidak menampik bahwa hingga kini petugas kesehatan di lapangan masih kerap menemui berbagai tantangan berat dalam mengendalikan penyakit tekanan darah tinggi ini. Salah satu kendala terbesar yang dihadapi adalah rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam melakukan deteksi dini serta disiplin mengonsumsi obat secara rutin.
“Sebagian besar masyarakat baru mau melakukan pemeriksaan jika merasakan badannya sudah terasa sakit. Padahal, paradigma itu harus diubah. Mau sehat atau ada keluhan, pemeriksaan itu wajib untuk mengantisipasi gejala awal,” papar Plt Kepala Dinas Kesehatan tersebut dengan tegas.
Sebagai solusi konkret sekaligus langkah penguatan layanan kesehatan bagi masyarakat luas, Pemerintah Kota Kediri kini resmi mengintegrasikan seluruh layanan skrining kesehatan ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program jaminan kesehatan preventif ini dapat diakses oleh seluruh warga Kota Kediri tanpa dipungut biaya, minimal satu kali dalam setahun di puskesmas setempat.
“Melalui program CKG, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, tetapi juga skrining kesehatan yang lebih lengkap dan disesuaikan berdasarkan usia. Manfaatkan layanan CKG ini sebagai langkah deteksi dini dan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala,” tambah dr. Hamida.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, dr. Hamida menaruh harapan besar agar masyarakat beserta keluarganya dapat lebih proaktif dalam melakukan upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi secara mandiri di rumah. Ia optimis pemahaman yang benar mengenai pola hidup sehat akan mampu menekan risiko komplikasi penyakit yang jauh lebih fatal di masa depan. (sof/nhd)































