HOUSTON (KUBUS.ID) – Tim nasional Jerman memulai kampanye Piala Dunia 2026 mereka dengan pembukaan yang sangat impresif. Menghadapi tim debutan Curaçao pada laga perdana Grup E di Houston Stadium, Texas, Senin (15/6) WIB, armada Julian Nagelsmann mengamuk dan menyudahi perlawanan sang lawan dengan skor telak 7-1.
Kemenangan besar ini tidak sekadar mengamankan tiga poin perdana bagi Die Mannschaft, tetapi juga mencatatkan sejarah baru. Dengan tambahan 7 gol di laga ini, Jerman resmi membukukan total 239 gol sepanjang keikutsertaan mereka di Piala Dunia (termasuk era Jerman Barat), melewati rekor abadi Brasil (238 gol) sebagai tim paling subur dalam sejarah turnamen ini.
Babak Pertama: Kejutan Instan dan Perlawanan Curaçao
Jerman langsung tancap gas sejak peluit pertama berbunyi. Pertandingan baru berjalan enam menit saat Felix Nmecha memecah kebuntuan. Berawal dari kerja sama satu-dua yang rapi dengan Florian Wirtz, Nmecha melepaskan tendangan melengkung yang gagal dihalau kiper Curaçao, Eloy Room. Gol ini sekaligus menjadi gol tercepat di turnamen sejauh ini.
Namun, Curaçao yang berstatus sebagai negara terkecil yang pernah lolos ke putaran final Piala Dunia, tidak lantas patah arang. Pada menit ke-21, sebuah transisi cepat membuat lini belakang Jerman terekspos. Kapten Leandro Bacuna melepaskan tembakan yang sempat diblok, tetapi bola muntah menyambar kaki Livano Comenencia. Tembakan Comenencia berbelok arah setelah mengenai bek Jerman dan menaklukkan Manuel Neuer. Skor berubah 1-1, memicu perayaan emosional dari para pendukung Curaçao.
Tersengat oleh gol penyama kedudukan, Jerman menaikkan intensitas serangan. Pada menit ke-38, umpan sepak pojok akurat dari Nathaniel Brown berhasil disambut dengan sundulan tajam oleh Nico Schlotterbeck untuk mengembalikan keunggulan Jerman menjadi 2-1.
Sesaat sebelum turun minum, tepatnya di masa injury time babak pertama (45+5′), Jerman mendapatkan hadiah penalti setelah Felix Nmecha dijatuhkan secara kasar oleh Riechedly Bazoer di kotak terlarang. Kai Havertz yang maju sebagai algojo dengan tenang mengecoh Eloy Room, menutup paruh pertama dengan skor 3-1.
Babak Kedua: Dominasi Mutlak Die Mannschaft
Memasuki babak kedua, harapan Curaçao untuk bangkit langsung sirna dalam sekejap. Hanya 69 detik setelah sepak mula babak kedua dimulai, Jamal Musiala memamerkan aksi individu berkelas. Bintang Bayern Munchen tersebut melesat melewati penjagaan lawan dan melepaskan tembakan dari sudut sempit yang mengubah skor menjadi 4-1.
Unggul jauh membuat Nagelsmann mulai melakukan rotasi pemain, termasuk memasukkan Deniz Undav. Keputusan ini terbukti jitu karena lini serang Jerman semakin cair. Pada menit ke-67, Nathaniel Brown mencatatkan namanya di papan skor setelah menuntaskan umpan matang dari Undav.
Dominasi Jerman kian tak terbendung ketika laga memasuki menit ke-77. Giliran Deniz Undav yang menceploskan bola ke gawang setelah memanfaatkan operan pendek dari Joshua Kimmich, mengubah skor menjadi 6-1. Pesta gol Jerman akhirnya ditutup oleh gol kedua Kai Havertz pada menit ke-87. Memanfaatkan umpan terobosan cerdik dari Undav, Havertz melepaskan tembakan mendatar yang merobek jaring Curaçao untuk ketujuh kalinya.
Selain kemenangan besar ini, laga ini juga menandai rekor pribadi bagi Manuel Neuer. Kiper veteran Jerman tersebut resmi menjadi penjaga gawang kedua dalam sejarah sepak bola yang tampil di lima edisi Piala Dunia berbeda, menyamai catatan legendaris kiper Meksiko, Antonio Carbajal. (nhd)































