Beranda Nasional Cak Imin Soroti Akademisi yang Kehilangan Sikap Kritis Saat Masuk Birokrasi

Cak Imin Soroti Akademisi yang Kehilangan Sikap Kritis Saat Masuk Birokrasi

1076
Menko PMK, Muhaimin Iskandar. (dok. Pribadi)

Jakarta (KUBUS.ID) – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyoroti kecenderungan akademisi yang kehilangan sikap kritis setelah bergabung ke dalam birokrasi. Menurutnya, tidak sedikit kalangan akademisi yang akhirnya lebih memilih menyesuaikan diri dengan kepentingan atasan daripada menyampaikan pandangan berdasarkan keilmuan.

“Tidak berani ngomong ‘qulil haqqo walau kana murran’ [Katakanlah kebenaran, meskipun itu pahit], tidak berani bilang, ‘Pak, jangan begini. Kalau begini, gagal.’ Begitu jadi birokrat malah ABS–asal bapak senang. Itu tidak bisa,” kata Cak Imin dalam keterangannya dilansir CNNIndonesia, Jumat (3/7).

Cak Imin menilai fenomena itu juga terjadi pada sejumlah guru besar. Saat berada di lingkungan kampus, mereka konsisten memegang prinsip keilmuan. Namun, setelah menjadi bagian dari birokrasi, sikap tersebut dinilai mulai memudar.

Menurut dia, seorang birokrat harus tetap berpegang pada prinsip menyampaikan kebenaran meski terasa pahit. Keberanian memberikan masukan yang jujur menjadi bagian penting dalam menghasilkan kebijakan yang tepat.

Ia juga meminta perguruan tinggi tidak hanya berfokus menghasilkan riset dan inovasi, tetapi turut berperan sebagai pengawal intelektual terhadap kebijakan publik agar tetap berjalan sesuai kaidah akademik dan mampu menjawab tantangan pembangunan.

“Mengawal pertanggungjawaban intelektualnya, mengawal pertanggungjawaban ilmu pengetahuannya sehingga politik anggarannya benar,” ujar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Selain menyinggung peran kampus, Cak Imin mengingatkan bahaya budaya “Asal Bapak Senang” (ABS) di lingkungan birokrasi. Menurutnya, budaya tersebut menghambat lahirnya kebijakan yang berkualitas karena mengabaikan kritik dan masukan yang berbasis fakta.

“Harus menyampaikan apa adanya. Pimpinan justru lebih senang kalau diingatkan apa adanya,” ucap dia. (nhd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini