Sidoarjo (KUBUS.ID) – Arus penumpang bus di Terminal Tipe A Purabaya, Sidoarjo, masih mengalami peningkatan menjelang berakhirnya masa libur sekolah. Pada Sabtu (11/7/2026), pengelola terminal memperkirakan lonjakan penumpang masih akan terjadi sebelum para pelajar kembali masuk sekolah pada Senin (13/7/2026).
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Purabaya, Verie Sugiharto, mengatakan puncak arus keberangkatan selama libur sekolah terjadi pada 4 Juli 2026 dengan jumlah sekitar 43 ribu penumpang.
“Yang tertinggi sebenarnya tanggal 4 Juli kemarin, sampai 43.000 penumpang yang berangkat,” ujar Verie saat diwawancarai Radio ANDIKA.
Menurutnya, lonjakan kembali terjadi pada Jumat (10/7/2026). Jumlah penumpang mencapai sekitar 41 ribu orang atau meningkat 17,2 persen dibandingkan hari biasa.
“Kemarin juga ada lonjakan penumpang. Dari hari biasa naik 17,2 persen atau sejumlah 41.000 orang. Mulai pagi sampai sore masih ramai,” katanya.
Verie memperkirakan arus penumpang masih berpotensi meningkat pada Sabtu karena banyak masyarakat memanfaatkan akhir pekan terakhir sebelum kegiatan belajar mengajar kembali dimulai.
Untuk tujuan perjalanan, rute menuju wilayah Jember menjadi yang paling diminati. Selain itu, tujuan Madura, Ponorogo, Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung juga mencatat jumlah penumpang yang tinggi.
“Tujuan paling tinggi sebenarnya ke wilayah Jember, terus Madura, Ponorogo. Untuk AKAP juga Jakarta, Bandung, dan Jogja,” jelasnya.
Meski jumlah penumpang meningkat, Verie memastikan seluruh penumpang masih dapat terlayani dengan armada reguler tanpa perlu penambahan bus.
“Untuk kemarin belum ada penambahan armada. Masih bisa diatasi dengan kendaraan reguler sehingga seluruh penumpang tetap terangkut,” ujarnya.
Ia mengakui sempat terjadi keterlambatan keberangkatan beberapa bus akibat pasokan solar yang terbatas. Namun kondisi tersebut kini telah berangsur normal.
“Alhamdulillah sekarang sudah mulai lancar dan semua penumpang bisa terangkut,” imbuhnya.
Dari sisi keselamatan, Terminal Purabaya terus melaksanakan ramp check setiap hari terhadap bus yang beroperasi. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap bus pariwisata dan kendaraan di rest area sebagai bagian dari pengawasan selama masa libur sekolah.
Selain fokus pada pelayanan, pengelola terminal juga meningkatkan pengawasan terhadap praktik percaloan. Selama periode libur sekolah, petugas telah menindak lima kasus calo yang beroperasi di sekitar terminal.
“Kita tangkap pelakunya, uang penumpang dikembalikan, kemudian diberi sanksi sosial membersihkan area pengendapan bus,” ungkap Verie.
Untuk mencegah masyarakat menjadi korban percaloan, Terminal Purabaya telah memasang layar LED dan videotron yang menampilkan tarif resmi, jadwal keberangkatan, serta tujuan bus. Dalam waktu dekat, pengelola juga akan membuka loket resmi di depan ruang tunggu.
Verie mengimbau calon penumpang membeli tiket melalui loket resmi atau membayar langsung di dalam bus serta menghindari transaksi dengan perorangan di luar terminal.
“Kalau lebih dari tarif yang tertera berarti ada praktik percaloan. Saran kami, selain pembelian online, bayarnya di dalam bus atau di loket resmi. Jangan menyerahkan uang kepada orang sebelum naik bus,” tegasnya. (nhd)
































