KEDIRI, KUBUS.ID – Tiga tukang becak dari Kediri Raya dipercaya menjadi petugas dalam upacara bendera bertajuk “Kami Juga Upacara” yang digelar ANDIKA Media dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Bersama sekitar 300 tukang becak dari berbagai wilayah Kediri Raya, ketiganya akan mengambil peran dalam upacara yang menjadi simbol bahwa kemerdekaan bukan milik segelintir orang, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia. Di bawah arahan tim ANDIKA Media, ketiganya semangat berlatih demi bisa menampilkan performa terbaik saat bertugas nanti.
Salah satunya Sukirno, 75, warga Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Lebih dari 30 tahun ia mengayuh becak dan biasa mangkal di Stasiun Kediri. Pengalaman sebagai Hansip membuatnya tidak asing dengan kegiatan kedisiplinan dan kebangsaan.
“Saya merasa bangga dipercaya menjadi petugas. Ini kesempatan untuk ikut menghormati jasa para pahlawan dan menunjukkan bahwa tukang becak juga bisa ikut dalam upacara kemerdekaan,” kata Sukirno.
Kebanggaan serupa dirasakan Djanuri, 57, warga Banjaran Gang Carik, Kota Kediri. Selama 26 tahun, ia mengais rezeki sebagai tukang becak di kawasan Kediri Mall. Bersama istrinya yang berjualan jajanan, Djanuri membesarkan tiga anak.
Keterbatasan ekonomi membuat pendidikan Djanuri terhenti di kelas II MTs. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan kecintaannya kepada Indonesia.
“Walaupun saya hanya tukang becak dan sekolah tidak tinggi, saya tetap orang Indonesia. Bisa ikut menjadi petugas upacara ini menjadi kebanggaan bagi saya,” ujarnya.
Sementara itu, Sudarto, 58, warga Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, telah 36 tahun mengayuh becak. Setelah sempat berpindah-pindah lokasi mangkal, ia kini menetap mencari penumpang di kawasan Lirboyo.
Sudarto hanya mengenyam pendidikan hingga kelas VI SD. Kehidupan juga pernah mengujinya setelah kehilangan putra semata wayangnya karena sakit. Namun, ia tetap tegar menjalani kehidupan dan menerima kepercayaan menjadi petugas upacara dengan penuh kebanggaan.
“Saya tidak menyangka bisa dipercaya seperti ini. Bagi saya, ini bukan sekadar menjadi petugas upacara, tetapi kesempatan untuk ikut merayakan kemerdekaan bersama masyarakat,” tutur Sudarto.
Melalui “Kami Juga Upacara”, ANDIKA Media ingin menghadirkan makna kemerdekaan yang lebih dekat dengan rakyat. Para tukang becak tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mengambil peran penting dalam pelaksanaan upacara.
Tiga sosok tersebut menjadi gambaran bahwa siapa pun, apa pun profesinya dan bagaimana pun latar belakangnya, memiliki hak yang sama untuk berdiri tegak menghormati Merah Putih.(adr)






























