Beranda Kediri Raya Hasil Lab Ungkap Bakteri E. coli di Menu MBG SPPG Kaliombo

Hasil Lab Ungkap Bakteri E. coli di Menu MBG SPPG Kaliombo

3686

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Hasil uji laboratorium akhirnya mengungkap adanya kontaminasi bakteri dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya dikonsumsi puluhan siswa dari SDN Kampung Dalem 3 dan 4 Kota Kediri pada Kamis (17/9). Sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliombo menunjukkan adanya bakteri Escherichia coli (E. coli) pada nasi putih dan buah melon potong.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Hamida, mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium menemukan E. coli sebanyak 1 CFU/g pada nasi putih dan 7 CFU/g pada buah melon potong. Sementara sampel lain yang diperiksa meliputi ayam katsu, sayur kari, dan edamame. “Jadi makanan MBG ini sudah terkontaminasi kuman, sehingga sudah tidak layak dikonsumsi anak-anak,” kata Hamida.

Menurut Hamida, makanan yang dikonsumsi seharusnya tidak mengandung bakteri. Dampak setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi juga dapat berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi daya tahan tubuh. Hal itu pula yang menyebabkan tidak semua siswa mengalami keluhan dengan tingkat keparahan yang sama.

Gejala yang dialami para siswa juga muncul dalam waktu berbeda. Sebagian mulai mengalami keluhan dalam waktu 1 x 24 jam, sedangkan sejumlah lainnya baru menunjukkan gejala dan mendapat penanganan di fasilitas kesehatan pada hari berikutnya. “gejalanya tentu berbeda-beda, mulai dari ringan, sedang, hingga berat, dan yang diopname di rumah sakit tentunya kondisinya berat,” jelas Hamida.

Atas kejadian tersebut, SPPG Kaliombo yang menjadi penyedia makanan MBG sebelumnya telah dikenai sanksi suspend oleh Satgas MBG Kota Kediri. Temuan bakteri dalam sampel makanan ini juga menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam proses pengolahan dan distribusi makanan.

Satgas MBG Kota Kediri kini meminta seluruh SPPG memperketat penerapan standar operasional prosedur (SOP), termasuk menjaga sanitasi dan higienitas selama proses penyediaan makanan, mulai dari persiapan bahan mentah, pencucian, memasak, pengemasan hingga makanan dikirim kepada penerima MBG. Hamida menyebut seluruh 54 SPPG di Kota Kediri telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), namun sertifikat tersebut harus diikuti dengan penerapan prosedur secara konsisten setiap hari. “Semua proses itu harus sesuai SOP. Semua tergantung praktik setiap harinya bagaimana. Harus dipatuhi dan bukan hanya mengandalkan sertifikat saja,” tegas Hamida.(sof)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini