(KUBUS.ID) – KBIHU Al Mubarok Tepus Kediri terus memperkuat persiapan calon jemaah haji 2027 melalui pembimbingan manasik secara bertahap. Memasuki manasik kelima, ratusan jemaah tidak hanya mendapatkan pembekalan terkait pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga difasilitasi pemeriksaan kesehatan gratis.
Pemeriksaan tersebut meliputi gula darah, kolesterol, dan asam urat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KBIHU Al Mubarok membantu jemaah mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan dari dinas kesehatan maupun puskesmas.
Ketua KBIHU Al Mubarok Tepus Kediri, Hj. Siti Maslikah, mengatakan pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar jemaah dapat mempersiapkan kondisi fisiknya sebelum waktu keberangkatan.
“Tujuannya agar sebelum pemeriksaan dari dinas kesehatan atau puskesmas, jemaah sudah mengetahui kondisi kesehatannya. Kalau ternyata gula darah atau kolesterolnya tinggi, bisa segera diantisipasi dan dijaga supaya saat keberangkatan nanti kondisi kesehatan sudah lebih baik,” ujar Hj. Siti Maslikah.
Dalam kegiatan tersebut, KBIHU Al Mubarok juga menggandeng tenaga medis dari Rumah Sakit SLG Kabupaten Kediri untuk memberikan pemeriksaan kepada para jemaah.
Selain perhatian terhadap kesehatan, KBIHU Al Mubarok juga menyiapkan pendampingan bagi jemaah lanjut usia maupun jemaah yang memiliki keterbatasan fisik ketika menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Hj. Siti Maslikah menjelaskan, pendampingan jemaah menjadi bagian dari komitmen KBIHU Al Mubarok dalam memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah sesuai kemampuan masing-masing.
“Setiap tahun jemaah Al Mubarok selalu kami dampingi. Bagi jemaah yang tidak kuat berjalan, kami sudah menyiapkan tenaga untuk membantu atau mendorong jemaah, sehingga rangkaian ibadah seperti umrah dan ibadah wajib lainnya tetap bisa terlaksana,” jelasnya.
Menghadapi keberangkatan, Hj. Siti Maslikah juga terus mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi tubuh. Terlebih, rangkaian manasik yang semakin padat menjadi momentum bagi jemaah untuk membangun kesiapan fisik sekaligus memahami tata cara ibadah haji.
“Saya selalu wanti-wanti kepada bapak dan ibu jemaah untuk menjaga diri dan jangan terlalu capek. Setiap bertemu dan setiap manasik, kami selalu mengingatkan agar kesehatan benar-benar dijaga,” tuturnya.
Menurutnya, manasik bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi sarana penting untuk membekali jemaah dengan pengetahuan sebelum menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
“Manasik ini otomatis menjadi ilmu dan bekal untuk nanti melaksanakan ibadah haji di sana. Dengan pemeriksaan gratis hari ini, kami berharap jemaah bisa mengantisipasi kondisi kesehatannya sehingga ketika waktunya berangkat, mereka sudah dalam kondisi sehat,” pungkasnya.(atc)































