Beranda Kediri Raya 10 Kecamatan di Tulungagung Terdampak Kekeringan, Pucanglaban Disebut Paling Parah

10 Kecamatan di Tulungagung Terdampak Kekeringan, Pucanglaban Disebut Paling Parah

5

TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Dampak kekeringan di Kabupaten Tulungagung terus meluas. Jika sebelumnya tercatat tujuh kecamatan terdampak, kini jumlahnya bertambah menjadi 10 kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tulungagung Sudarmaji, S.Sos., M.Si., mengatakan wilayah yang terdampak tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Kalidawir, Rejotangan, Besuki, Pucanglaban, Tanggunggunung, Campurdarat, Bandung dan Sendang.

“Untuk dampak kekeringan di Tulungagung update yang terkini ada 10 kecamatan,” kata Sudarmaji.

Dari sejumlah wilayah tersebut, Pucanglaban menjadi daerah yang disebut paling parah. Tanggunggunung juga menjadi wilayah yang cukup sering mendapat bantuan suplai air karena kondisi sumber air yang debitnya semakin kecil.

“Sumber masih ada, tapi kecil. Jalan air nggak ada, nggak bisa untuk mencukupi,” jelasnya.

BPBD Tulungagung merespons laporan kekurangan air dari pemerintah desa dengan melakukan pengiriman air. Hingga update terakhir, sekitar 330.000 liter air atau 66 tangki telah disalurkan ke wilayah terdampak.

Bantuan tersebut tidak hanya berasal dari BPBD. Sejumlah pihak seperti TNI, Polri, swasta dan warga juga ikut membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat.

Untuk mengantisipasi persoalan serupa pada musim kemarau berikutnya, Pemkab Tulungagung menyiapkan langkah jangka panjang. Pemerintah daerah berencana membangun sumur dalam di masing-masing desa pada tahun anggaran 2027.

Selain itu, BPBD juga telah mengajukan 17 titik sumur dalam kepada BNPB dan masih menunggu tindak lanjut. Rencana pembangunan sumur nantinya akan melibatkan pemerintah desa dan kecamatan, terutama terkait biaya listrik, pengelolaan serta perawatan sumur.

Sudarmaji menyebut hujan masih dinantikan. Berdasarkan perkiraan BMKG yang sebelumnya diterima BPBD, hujan diperkirakan mulai turun sekitar pertengahan November, namun pihaknya masih menunggu pembaruan informasi terbaru. (stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini