
Kediri (KUBUS.ID) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana terus memastikan pembangunan Museum Sri Aji Joyoboyo di Desa Menang, Kecamatan Pagu, berjalan sesuai target. Mas Dhito, sapaan akrabnya, kembali turun langsung memantau perkembangan pembangunan museum tersebut, Rabu (7/10).
Dalam kunjungannya, Mas Dhito melihat langsung progres pembangunan tahap 3 yang kini menghadirkan sejumlah perubahan pada tampilan bangunan. Salah satunya fasad berbentuk piramida yang sebelumnya menggunakan material kaca kini telah diganti dengan genteng.
Selain itu, bagian atap depan bangunan mendapatkan sentuhan aksen besi cutting. Perubahan juga dilakukan pada area amfiteater yang menjadi ruang terbuka untuk pertunjukan seni dan budaya.
Pada area tersebut, pembangunan turut menghadirkan Gapura Bentar yang menjadi salah satu ciri khas arsitektur Kediri.
Berdasarkan laporan per 4 Oktober 2026, progres keseluruhan pembangunan Museum Sri Aji Joyoboyo telah mencapai 82,04 persen. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada November 2026.
Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama menyampaikan, capaian pekerjaan saat ini berada di atas rencana yang telah ditetapkan.
“Deviasi pekerjaan pembangunan plus 4,85 persen dari perencanaan,” kata Irwan saat mendampingi Bupati Kediri meninjau museum.
Tak hanya memastikan perkembangan pembangunan fisik, Mas Dhito juga mengecek penataan koleksi yang berada di dalam museum. Sejumlah benda purbakala yang dipamerkan kini ditata kembali dan sebagian telah ditempatkan di dalam kotak kaca untuk memberikan perlindungan terhadap koleksi.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mengatakan, penataan koleksi tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Bupati Kediri.
Menurutnya, perlindungan menggunakan vitrin diterapkan terutama pada koleksi yang dinilai rentan apabila disentuh secara langsung oleh pengunjung.
“Untuk yang sekiranya rawan kita masukkan dalam vitrin (kotak kaca), tapi juga ada beberapa artefak yang memang aman untuk dipegang tetap kita biarkan terbuka supaya pengunjung bisa melakukan interaksi langsung,” jelas Mustika.
Selain pembenahan koleksi purbakala di sisi selatan museum, Pemerintah Kabupaten Kediri juga menyiapkan pengembangan museum etnografika di sisi utara.
Mustika menyebut, penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk pengembangan tersebut kini hampir rampung dan ditargetkan segera difinalisasi.
“Ini DED hampir selesai, insyaallah dalam pekan ini kita finalisasi,” ujarnya.
Museum etnografika nantinya menjadi bagian dari pengembangan Museum Sri Aji Joyoboyo. Area tersebut direncanakan menjadi ruang penyimpanan sekaligus pengenalan berbagai benda yang berkaitan dengan kebudayaan dan kesenian.
Melalui pengembangan secara bertahap, Museum Sri Aji Joyoboyo diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga berkembang sebagai ruang edukasi dan pengenalan sejarah, budaya, serta kesenian Kediri kepada masyarakat dan wisatawan. (atc/nhd)






























