
Kediri, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten Kediri terus mempercepat revitalisasi Pasar Ngadiluwih untuk menghadirkan sarana perdagangan yang lebih tertata, nyaman, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Memasuki tahap lanjutan pada 2026, pembangunan pasar kini berfokus pada pemasangan atap, penataan kawasan, pemasangan lampu, hingga penghijauan ruang terbuka hijau (RTH).
Proyek revitalisasi yang telah dimulai sejak 2025 tersebut ditargetkan rampung sesuai kontrak pada 26 November 2026. Pemerintah Kabupaten Kediri juga menyiapkan tahapan pemindahan pedagang agar pasar yang telah direvitalisasi dapat segera difungsikan setelah pembangunan selesai.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menyampaikan bahwa pembangunan fisik terus berjalan beriringan dengan persiapan penempatan pedagang. Langkah ini dilakukan agar proses peralihan menuju pasar baru berlangsung tertib dan sesuai dengan data yang telah diverifikasi.
“Pembangunan terus kami dorong agar selesai sesuai target. Di sisi lain, persiapan pemindahan pedagang juga berjalan, mulai dari sosialisasi, finalisasi data, verifikasi kepemilikan lapak dan kios, hingga tahapan pengundian tempat berjualan,” ujar Tutik.
Menurutnya, sosialisasi kepada pedagang telah dilakukan sejak September 2026. Proses tersebut dilanjutkan dengan verifikasi data untuk memastikan penempatan lapak maupun kios sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 460 pedagang telah tercatat. Pemerintah Kabupaten Kediri juga mengakomodasi pedagang yang selama ini berjualan di tempat penampungan sementara (TPPS), pedagang di tepi jalan, serta calon pedagang yang berminat membuka usaha di pasar tersebut.
Untuk mendukung aktivitas perdagangan, Pasar Ngadiluwih disiapkan sebanyak 700 lapak dan 49 kios. Pengundian serta penataan lokasi berjualan direncanakan berlangsung secara bertahap hingga akhir November 2026.
“Penataan pedagang menjadi bagian penting agar seluruh proses berjalan transparan dan tertib. Kami berharap pedagang dapat segera menempati tempat yang telah disiapkan sehingga aktivitas jual beli bisa berlangsung dengan lebih baik,” tambah Tutik.
Selain pembenahan bangunan utama, revitalisasi juga mencakup penataan lingkungan pasar. Pengerjaan tanah, pemasangan lampu penerangan, serta penanaman tanaman di area RTH dilakukan untuk mendukung kenyamanan kawasan sekaligus menciptakan lingkungan pasar yang lebih asri.
Pemerintah Kabupaten Kediri berharap revitalisasi Pasar Ngadiluwih tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan perdagangan, memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan pembangunan yang terus berlanjut dan persiapan relokasi yang berjalan paralel, pasar baru tersebut diharapkan dapat mulai ditempati pedagang pada awal Desember 2026, setelah pekerjaan fisik dan tahapan penataan selesai dilaksanakan. (atc/nhd)






























