KEDIRI, KUBUS.ID – Dinas Pertanian Kabupaten Kediri terus memperkuat sektor pertanian melalui perluasan lahan organik, peningkatan dukungan sarana produksi, hingga kemudahan akses bagi petani dalam memperoleh kebutuhan pertanian. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri untuk mewujudkan pertanian yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri Sukodi mengatakan, luas lahan pertanian organik di Kabupaten Kediri mengalami peningkatan yang sangat signifikan sepanjang tahun 2026. Hingga Juni 2026, total lahan organik yang telah tersertifikasi mencapai 168,7 hektare, meningkat hampir 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang seluas 85 hektare.
“Tahun 2025 luas lahan organik di Kabupaten Kediri mencapai 85 hektare. Hingga Juni 2026, setelah proses sertifikasi, luasnya bertambah menjadi 168,7 hektare. Hampir naik 100 persen dan ke depan akan terus kami dorong perluasannya,” ungkap sukadi
Keberhasilan pengembangan pertanian organik tersebut juga diikuti dengan perluasan pasar. Saat ini hasil panen padi organik petani Kabupaten Kediri telah dipasarkan melalui kerja sama dengan KFC Indonesia, sehingga beras organik asal Kediri digunakan di sejumlah gerai KFC, termasuk di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya.
“Kalau Bapak-Ibu makan di KFC di Jakarta, Yogyakarta, maupun Surabaya, beras yang digunakan berasal dari Kabupaten Kediri. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi petani untuk terus mengembangkan pertanian organik,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan kepada petani organik, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pertanian memberikan berbagai insentif berupa benih padi, pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta agen hayati guna menunjang produktivitas lahan.
Selain mengembangkan pertanian organik, Dinas Pertanian juga terus mengoptimalkan program peningkatan indeks pertanaman (IP) melalui penyaluran benih padi. Hingga Juni 2026, sebanyak 121,5 ton benih padi senilai sekitar Rp2 miliar telah disalurkan untuk lahan seluas 4.860 hektare.
Di sektor sarana produksi, alokasi pupuk bersubsidi juga mengalami peningkatan. Kuota pupuk urea bertambah dari 34.815 ton menjadi 35.721 ton atau naik 906 ton. Sementara pupuk NPK/Ponska meningkat dari 38.627 ton menjadi 45.629 ton atau bertambah 7.002 ton dibandingkan tahun sebelumnya.
Dinas Pertanian juga berencana mengusulkan realokasi pupuk bersubsidi pada Agustus hingga September mendatang agar kebutuhan petani di Kabupaten Kediri tetap terpenuhi, terutama menghadapi musim kemarau.
Untuk mempermudah petani memperoleh solar bersubsidi bagi operasional alat dan mesin pertanian, Dinas Pertanian telah menerapkan sistem pengajuan barcode secara digital. Melalui mekanisme tersebut, petani cukup mengajukan permohonan melalui pemerintah desa yang kemudian diteruskan kepada penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan Dinas Pertanian. Barcode ditargetkan dapat diterbitkan hanya dalam waktu satu hari.
“Kami ingin memberikan kemudahan kepada petani. Sekarang petani tidak perlu datang ke kantor dinas untuk mengurus barcode solar bersubsidi. Cukup melalui desa dan PPL, Insya Allah dalam sehari barcode sudah bisa diterima petani,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Kediri juga menyalurkan bantuan benih jagung sebanyak 200 ton dengan nilai sekitar Rp19 miliar. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi lahan seluas 13.330 hektare dan akan diterima oleh 683 kelompok tani di Kabupaten Kediri sebagai upaya meningkatkan produksi jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Melalui berbagai program tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Kediri menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi, memperluas pertanian ramah lingkungan, serta memastikan petani memperoleh dukungan yang dibutuhkan guna meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian.(atc/ikj)
































