BLITAR, (KUBUS.ID) – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan sound system berdaya besar atau yang dikenal dengan istilah sound horeg. Imbauan ini disampaikan untuk mencegah munculnya gangguan ketertiban dan potensi konflik sosial di tengah masyarakat.
Humas MUI Kabupaten Blitar, Jamil Mashadi, mengatakan penggunaan sound system seharusnya mendukung kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat, bukan justru memicu keresahan. Menurutnya, berbagai peristiwa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi pelajaran agar penggunaan sound system tidak menimbulkan dampak negatif.
“Kami tidak melarang masyarakat bergembira atau menggelar kegiatan budaya. Namun, penggunaan sound system harus dilakukan secara arif dan bijaksana, sehingga tidak menimbulkan mudarat bagi masyarakat,” ujar Jamil saat ON AIR di Radio ANDIKA.
Ia menjelaskan, MUI sebelumnya telah menerbitkan fatwa mengenai penggunaan teknologi sound system agar dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif dan bernilai kemaslahatan. Sebab, penggunaan sound horeg secara berlebihan dinilai berpotensi menimbulkan gesekan antarmasyarakat, mengganggu warga yang sakit, anak-anak, hingga menyebabkan kerusakan pada lingkungan sekitar.
Menurut Jamil, saat ini masyarakat juga dihadapkan pada berbagai persoalan ekonomi. Karena itu, ia berharap anggaran yang dihimpun dari warga tidak hanya digunakan untuk menyewa sound system berukuran besar, tetapi dapat diarahkan pada kegiatan yang lebih bermanfaat dan berdampak positif bagi masyarakat.
Ia mencontohkan, peringatan hari besar keagamaan maupun HUT Kemerdekaan RI dapat diisi dengan kegiatan seperti pengajian, selawatan, lomba anak, pentas budaya, hingga kegiatan ekonomi kerakyatan yang melibatkan pelaku UMKM. Menurutnya, kegiatan tersebut tetap mampu menggerakkan perekonomian warga tanpa menimbulkan gangguan bagi lingkungan.
Selain itu, Jamil mengajak pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk berperan aktif mengarahkan kegiatan masyarakat agar tetap berjalan kondusif. Menurutnya, apabila masyarakat memiliki hobi terhadap sound system, kegiatan tersebut dapat difasilitasi di lokasi yang memang disiapkan secara khusus sehingga tidak mengganggu warga lainnya.
Ia berharap peringatan HUT Kemerdekaan RI maupun hari besar keagamaan benar-benar menjadi momentum mempererat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, dan menghadirkan kegiatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat daripada sekadar hiburan yang berpotensi menimbulkan konflik. (stm)































