Beranda Kediri Raya Kasus Diabetes dan Hipertensi Usia Muda Naik, Gaya Hidup Tak Sehat Jadi...

Kasus Diabetes dan Hipertensi Usia Muda Naik, Gaya Hidup Tak Sehat Jadi Pemicu Utama

0
Dosen Gizi Kesehatan Masyarakat Universitas Strada Indonesia Kediri, Dr. Nurwijayanti Spd M.Kes. (Foto. Redaksi)

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Kasus diabetes dan hipertensi pada usia muda kini menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Pola konsumsi makanan tinggi gula, garam, fast food, hingga minuman manis disebut menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya berbagai penyakit degeneratif di kalangan generasi muda.

Dosen Gizi Kesehatan Masyarakat Universitas Strada Indonesia Kediri, Dr. Nurwijayanti Spd M.Kes mengatakan perubahan pola makan masyarakat saat ini tidak lepas dari fenomena transisi gizi yang terjadi secara global.

Menurutnya, kondisi tersebut sejalan dengan Teori Transisi Gizi (Nutrition Transition) yang dikemukakan oleh Barry Popkin. Teori tersebut menjelaskan adanya pergeseran pola makan dan gaya hidup masyarakat dari tradisional menuju modern yang berdampak pada meningkatnya angka obesitas dan penyakit degeneratif seperti diabetes serta hipertensi.

“Dulu masyarakat lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi serat, karbohidrat kompleks, dan rendah lemak. Aktivitas fisik juga tinggi karena sebagian besar pekerjaan dilakukan secara manual. Namun sekarang masyarakat cenderung mengonsumsi makanan padat energi, tinggi gula, lemak, dan protein hewani, sementara aktivitas fisik semakin menurun,” ujar Dr. Nurwijayanti.

Ia menilai masyarakat saat ini lebih mengutamakan selera dibanding kebutuhan nutrisi tubuh. Fenomena tersebut terlihat dari berbagai olahan makanan kekinian yang menambahkan gula, krimer, dan topping tinggi kalori pada bahan pangan yang sebenarnya sudah cukup sehat jika dikonsumsi secara alami.

“Contohnya pisang. Dulu bisa langsung dimakan dan tetap sehat. Sekarang diolah menjadi makanan atau minuman dengan tambahan gula, cokelat, krimer, dan bahan lain yang justru menyebabkan ledakan kalori,” jelasnya.

Menurutnya, konsumsi gula berlebih juga dapat memengaruhi hormon dopamin di otak sehingga memicu rasa ingin makan terus-menerus dan membuat seseorang lebih sulit merasa kenyang. Kondisi ini akhirnya meningkatkan risiko obesitas yang menjadi pintu masuk berbagai penyakit tidak menular.

Selain pola makan, gaya hidup tidak sehat seperti kurang olahraga, minim aktivitas fisik, hingga kebiasaan duduk terlalu lama juga menjadi faktor utama meningkatnya kasus diabetes dan hipertensi pada usia muda.

Dr. Nurwijayanti mengingatkan pentingnya membangun pola hidup sehat sejak dini dengan membatasi konsumsi makanan cepat saji, minuman manis, serta memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan aktivitas fisik rutin.

“Kalau pola hidup sehat tidak segera dibiasakan, maka penyakit yang dulu identik dengan usia lanjut kini akan semakin banyak dialami anak muda,” pungkasnya. (far)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini