Beranda Kediri Raya Kekeringan di Mojokerto Meluas, Tiga Desa Mulai Krisis Air Bersih Berdampak ke...

Kekeringan di Mojokerto Meluas, Tiga Desa Mulai Krisis Air Bersih Berdampak ke 774 KK

0
Musim kemarau mulai memicu perluasan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Mojokerto. (Foto. BPBD Mojokerto)

MOJOKERTO, (KUBUS.ID) – Musim kemarau mulai memicu perluasan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Mojokerto. Jika sebelumnya hanya dua desa yang mengalami kekeringan, kini jumlah wilayah terdampak bertambah menjadi tiga desa yang tersebar di Kecamatan Ngoro dan Kecamatan Trawas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mencatat hingga awal Juli 2026, tiga desa telah resmi mengajukan permohonan bantuan pasokan air bersih, yakni  Desa Kunjorowesi  di Kecamatan Ngoro,  Desa Duyung  di Kecamatan Trawas, dan  Desa Manduro Manggung Gajah  di Kecamatan Ngoro.

Desa Manduro Manggung Gajah menjadi wilayah terbaru yang dilaporkan terdampak kekeringan. Krisis air bersih di desa ini menyerang dua dusun, yakni Dusun Buluresik dan Dusun Gajah Mungkur.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto, Ir. Rinaldi Rizal Sabirin, mengungkapkan bahwa meluasnya kekeringan ini berdampak langsung pada ratusan warga setempat.

“Kini ada tiga desa yang terdampak. Di Desa Manduro Manggung Gajah, kekeringan melanda dua dusun, yakni Dusun Buluresik dan Dusun Gajah Mungkur. Sedikitnya 774 kepala keluarga terdampak,” kata Rinaldi saat mengudara di FM 105,7 Radio ANDIKA pada Minggu (5/7/2026).

Menurut Rinaldi, menyusutnya ketersediaan air di kawasan kaki Gunung Penanggungan diduga kuat menjadi salah satu faktor utama penyebab munculnya krisis air bersih di desa-desa tersebut.

Untuk mengatasi kondisi yang kian mengkhawatirkan ini, BPBD Kabupaten Mojokerto telah menyiapkan langkah taktis berupa penyaluran bantuan air bersih. Distribusi logistik air tersebut akan segera digulirkan setelah Surat Keputusan (SK) Bupati Mojokerto terbit sebagai dasar pelaksanaan penanganan darurat.

Selain mengandalkan APBD pemerintah daerah, BPBD juga bergerak cepat dengan menggandeng jajaran yang lebih tinggi.

“Kami juga akan mengajukan pengiriman bantuan air bersih ke Pemprov Jatim. Selain memenuhi kebutuhan warga di Desa Manduro Manggung Gajah, bantuan air bersih juga akan terus disalurkan ke Desa Kunjorowesi dan Desa Duyung yang lebih dahulu mengalami kekeringan,” jelas Rinaldi.

Mengingat musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, potensi bertambahnya desa yang mengalami kekeringan masih sangat tinggi jika curah hujan belum juga turun.

Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Mojokerto mengimbau pemerintah desa maupun masyarakat untuk proaktif. Warga diminta segera melapor ke pihak terkait apabila ada wilayah lain yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Pemerintah daerah berkomitmen akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan agar distribusi bantuan air bersih dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan merata. (far)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini