Beranda Kediri Raya Pengamat UB: Pembakaran Lahan Tebu Ganggu Kesehatan dan Turunkan Kesuburan Tanah

Pengamat UB: Pembakaran Lahan Tebu Ganggu Kesehatan dan Turunkan Kesuburan Tanah

50

KUBUS.ID – Pengamat lingkungan bidang ekologi Universitas Brawijaya, Dr. Endang Arisoesilaningsih, mengingatkan bahwa pembakaran daun tebu pascapanen, terutama di dekat permukiman, menimbulkan dampak serius bagi kesehatan dan lingkungan. Pembakaran yang tidak sempurna menghasilkan asap dan karbon dioksida (CO₂) yang dapat memicu gangguan pernapasan, khususnya bagi penderita asma, serta memperparah pemanasan global.

“Asap hasil pembakaran itu seperti membuat masyarakat menjadi perokok pasif. Partikel-partikelnya dapat memicu sesak napas, terutama bagi orang yang memiliki gangguan paru-paru,” jelasnya.

Selain mencemari udara, pembakaran juga merusak kesuburan tanah karena membunuh mikroorganisme yang berperan penting dalam menjaga kualitas tanah.

“Membakar sampah atau daun tebu juga membunuh mikroba di dalam tanah, sehingga dalam jangka panjang akan menurunkan kesuburan lahan,” ujarnya.

Menurut Endang, limbah tebu seharusnya tidak dibakar karena masih memiliki nilai manfaat. Daun tebu dapat diolah menjadi kompos atau media budidaya cacing, sedangkan bonggol dan ampas tebu dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk ramah lingkungan.

Ia juga mengingatkan bahwa pembakaran lahan memiliki aturan yang ketat dan berisiko memicu kebakaran, terutama saat musim kemarau. Karena itu, petani diharapkan mulai memanfaatkan limbah tebu dengan cara yang lebih ramah lingkungan melalui pendampingan pemerintah maupun perguruan tinggi.

“Daun tebu sebaiknya dimanfaatkan menjadi kompos atau dibiarkan menutup permukaan tanah agar menjaga kelembapan dan memperbaiki struktur tanah. Itu jauh lebih bermanfaat daripada dibakar,” pungkasnya. (stm)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini