
TULUNGAGUNG, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten Tulungagung melanjutkan kembali proyek perbaikan infrastruktur jalan yang sempat tertunda. Pelaksana Tugas Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin meninjau langsung proyek pelebaran jalan di Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Senin (25/5). Langkah ini diambil guna memastikan percepatan pembangunan fisik.
Saat peninjauan tersebut, Ahmad Baharudin menjelaskan secara mengenai dimensi pengerjaan jalan yang sedang berlangsung di kawasan jangkauan monitoringnya.
“Kegiatan hari ini monitoring pelebaran jalan ini ya, nanti juga hotmix jalan di Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol yang panjangnya ini 3.200 meter dengan lebar 4,5 meter,” ucapnya. Proyek infrastruktur jalan di kawasan tersebut diketahui menelan anggaran daerah sebesar Rp 4,4 miliar.
Ahmad Baharudin juga mengklarifikasi isu yang beredar di masyarakat mengenai mandeknya proyek fisik di Kabupaten Tulungagung dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, jeda pengerjaan beberapa waktu lalu bukan disebabkan oleh kendala teknis di lapangan, melainkan karena adanya penyelesaian administrasi pelimpahan berkas kepada Pengguna Anggaran (PA) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang baru.
“Betulnya bukan mandek ya, kemarin itu masih menyelesaikan administrasi karena ada pelimpahan PA KPA yang baru itu,” jelasnya.
Pemerintah daerah meminta masyarakat untuk tetap bersabar menunggu giliran perbaikan jalan sesuai dengan urutan daftar perencanaan pembangunan yang telah disusun. Hingga saat ini, akumulasi realisasi pembangunan fisik jalan di Kabupaten Tulungagung baru berjalan sekitar 10 persen dari total keseluruhan target proyek pada tahun anggaran 2026.
“Masih 10 persen dari perencanaan,” katanya.
Selain membahas perbaikan jalan, Ahmad Baharudin turut memberikan imbauan penting terkait rencana penutupan Jembatan Gondang 1 yang akan dilakukan pada akhir bulan ini menyusul adanya perbaikan berkala. Pengguna jalan diminta untuk mengalihkan rute perjalanan demi kelancaran lalu lintas serta menghindari penumpukan kendaraan di sekitar lokasi proyek jembatan.
“Ya, warga Tulungagung agar supaya tidak lewat situ aja. Cari alternatif jalan lain,” terangnya.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung menegaskan komitmennya untuk mengantisipasi potensi kerusakan jalan alternatif akibat lonjakan volume kendaraan selama masa pengalihan arus. Pihak dinas terkait dipastikan akan kembali melakukan langkah pemeliharaan jika ditemukan titik kerusakan baru di sepanjang jalur alternatif tersebut.
“Ya, itu tugas pemerintah untuk memperbaiki lagi,” tandasnya. (dit)






























